Logo Untidar.

Daerah

Jurnal Dosen Untidar Sudah Bisa Online

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Universitas Tidar Magelang terus berupaya untuk berbenah. Kini, Untidar memiliki Open Jurnal Sistem (OJS) Universitas Tidar, yang dapat diakses melalui laman resmi Untidar. OJS merupakan wadah publikasi jurnal para dosen dan mahasiswa Untidar.

Selama ini jurnal yang dibuat dosen hanya sebatas bunga rampai. Sehingga perlu untuk dilihat kembali agar sesuai dengan dasarnya di prodi masing-masing.

“Jurnal terdahulu yang masih multidisiplin sesuai dengan kebijakan akademik akan ditinjau kembali untuk diarahkan ke jurnal berbasis keilmuan,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd.

Ia menjelaskan, manfaat yang akan diperoleh dengan adanya OJS ini. Menurutnya Untidar harus segera melangkah maju dengan jurnal yang dionlinekan. Manfaat lain jurnal online ini berkaitan erat dengan kenaikan jabatan dan juga untuk menambah penilaian bagi prestasi universitas.

“Jurnal yang laku adalah jurnal yg dikelola online dan berbasis keilmuan, bermanfaat untuk kenaikan jabatan sesorang. Bagi rekan-rekan yang akan naik jabatan harus memiliki publikasi yang ada di jurnal online, karena itu kita menyediakan wadahnya,” katanya.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang tergabung dalam BEM turut serta diundang. Ini untuk dapat memahami maksud adanya jurnal online yang dapat membantu mahasiwa dalam menyelesaikan tugas akhir maupun skripsi.

Harapannya, setiap fakultas dapat mengonlinekan jurnal agar dapat mengembangkan jurnal yang dapat bermanfaat bagi mahasiawa. Bila perlu nantinya tugas akhir atau skripsi mahasiswa juga diunggah di jurnal fakultas dengan bantuan BEM. Kedepannya tugas akhir maupun skripsi dapat menggunakan referensi dari jurnal dosen Untidar terlebih dahulu ditambah dengan jurnal internasional lainnya.

“Kita harus sudah melangkah ketapakan yang lebih maju yaitu memberdayakan publikasi jurnal di lingkungan dosen dan mahasiswa. Bidang akademik khususnya memiliki tujuan mengembangkan jurnal tidak hanya online, tetapi berbasis keilmuan atau berbasis prodi,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?