Advertorial Daerah

Bentuk Nasionalisme dari Pondok Pesantren Ihsanul Fikri

MAGELANG – Pondok Pesantren Ihsanul Fikri Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melangsungkan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia (Sabtu, 17/08/2019). Kegiatan tersebut diikuti seluruh santri atau siswa SMP dan SMA Ihsanul Fikri, para tenaga pendidik dan pihak Yayasan Tarbiyatul Mukmin.

Saat upacara pengibaran bendera di waktu pagi, pasukan pengibar bendera terdiri dari siswa putra. Sedangkan pada sore, saat penurunan bendara dilakukan oleh siswa putri.

“Kita bagi beberapa guru untuk menyampaikan berbagai tema. Ada tema tentang Kebangsaan, Kedisplinan dan Cinta Persaudaraan Sesama Bangsa,” kata Pembina Yayasan Tarbiyatul Mukmin, Jamalludin, B.A.

Dalam proses upacara itu disampaikan tema  tentang Sumber Daya Manusia Unggul. Bagaimana anak-anak meningkatkan kedisplinan dalam proses pembelajaran bagi guru, penyiapan perangkat – perangkat proses pembelajaran dan anak-anak juga taat kepada aturan yang sudah terjadwal.

“Karena di sini itu berat, anak-anak setelah apel jam tujuh ada sarapan soal. Anak-anak mengerjakan sepuluh soal setiap hari,” jelasnya.

Proses pengerjaan soal diberi waktu setengah jam dan setiap sebulan akan direkap. Jika terdapat anak yang mendapat nilai jelek, maka akan diadakan remidi dan ada tambahan les saat sore hari.

“Intinya anak – anak itu jangan sampai ketinggalan dalam aspek pembelajaran dan kedisplinan,” tegasnya.

Sementara pada malam sebelumnya, Yayasan Tarbiyatul Mukmin yang menaungi Pondok Pesantren Ihsanul Fikri juga menggelar kegiatan Malam Bersama. Acara tersebut turut mengundang masyarakat sekitar dan wali murid terdekat.

Kegiatan berisikan mengenang para pahlawan kemerdekaan, memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat sekitar dan berdoa bersama.

Salah satu wujud lain dalam rasa cinta tanah air dan kebangsaan, Pondok Pesantren Ihsanul Fikri setiap paginya juga mengadakan apel bendera. Kegiatan tersebut bertujuan membangun rasa kebangsaan dalam aspek kedisplinan.

“Pagi setiap jam enam itu kita sudah apel bendera, waktu 15 menit,” imbuhnya.

Selain itu, latihan kedisplinan juga diterapkan kepada semua siswa atas hasil kerja sama dengan Akademi Militer dan Rindam. Saat agenda Camp Kedisplinan, salah satunya adalah belajar baris berbaris, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali itu harus tertib.

"Makan juga tertib tidak ada yang bersuara, sholat pun juga diatur di sana,” jelas Humas SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan, Sholeh Abdurohman, S.Kom.

Kegiatan dilakukan selama tiga hari di Rindam khusus semua siswa SMP kelas VII dan VIII. Sedangkan untuk siswa SMA dilatih oleh AKMIL yang sering diundang untuk datang langsung ke sekolah. Usai dari kegiatan tersebut, dilanjutkan evaluasi kembali kedisplinan siswa di lingkungan sekolah. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?