Guru dan siswa SMP N 12 Kota Magelang, Jawa Tengah memotong daging sapi kurban. | foto : Siedoo

Advertorial Daerah

SMP N 12 Magelang Ajarkan Siswa Rela Berkurban


MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 12 Kota Magelang, Jawa Tengah menunjang kepribadian para siswanya melalui hal religius. Salah satunya dengan mengadakan sholat Idul Adha berjamaah pada Minggu (11/8/2019) dan menyembelih hewan kurban pada Senin, (12/8/2019). Pogram tersebut tidak hanya tahun ini, tetapi sudah berjalan lama di setiap tahunnya.

Dalam proses penyembelihan hewan, disaksikan langsung para siswa dan guru. Siswa ikut berkontribusi memotong daging dan mendistribusikannya kepada semua siswa. Setiap kelompok siswa berjumlah 10 orang yang nantinya untuk dimasak bersama - sama.

“Siswa yang menyaksikan hanya dari beberapa kelas saja, yang lain mengikuti pelajaran dari jam satu sampai jam ketiga. Semua kelas memasak, sekaligus dilombakan kelezatannya dan kebersihannya,” kata Humas SMP N 12 Kota Magelang, Drs. Muh Nasir.

Aspek kebersihan juga ikut diperhitungkan karena sekolah sangat menjaga lingkungan dalam program Sekolah Adiwiyata. Pada kesempatan itu, guru juga ikut serta dalam memasak. Namun demikian, perlombaan memasak daging kurban hanya untuk para siswa. Setiap jenjang kelas diambil juara 1, 2 dan 3.

“Masing-masing ada juaranya di setiap leting kelasnya dan yang menjadi juri ialah dari guru,” tuturnya.

Guru IPS yang sekaligus sebagai juru sembelih, Drs. Eddy Priyono, M.Pd mengatakan, kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk siswa agar tahu bagaimana menyembelih hewan yang baik.

“Paling tidak anak tahu bahwa, dalam penyembelihan harus ada bismillahirrohmanirrahim, Allahuakbar atau takbir 3 kali, minimal itu. Kalau dapat ya doa yang lain baru disebutkan intinya apa. Kalau ini kurban untuk latihan, ya disebutkan untuk kurban latihan, kurban yang sesungguhhnya ya disebutkan yang memberi kurban,” kata dia.

Karena ada gerakan yang menakutkan, maka anak belum diperkenankan ikut secara keseluruhan menyembelih hewan. Hanya orang - orang dewasa yang memegang hewan kurban. Meski demikian, paling tidak siswa tahu cara-caranya, bagaimana merobohkan hewan kurban.

“Jangan sampai cara-cara lama itu, diikat kakinya kemudian langsung dirobohkan. Metode saya yang dikalungkan, jadi tali masuk ke selangkangan kaki depan lalu naik keatas disilangkan, masuk ke selangkangan tarik dari belakang. Nanti sapi itu akan turun sendirinya dan anteng (diam). Jadi seperti ini mengurangi rasa sakit terhadap hewan,” urainya.

Pada kesempatan itu, SMP N 12 Kota Magelang hanya menyembelih satu ekor sapi dan dijadikan ajang untuk anak berlomba dan berkreasi tentang masakan. Tujuan lain latihan kurban juga untuk silaturahim antar teman agar semakin terjalin tingkat kerukunannya.

Kepala SMP N 12 Kota Magelang Sarija, S.Pd., MM.Pd menambahkan bahwa, pihaknya mempunyai branding sekolah yang religius, aman, nyaman dan berwawasan global.

“Dengan moment Idul Adha ini pihak sekolah mengadakan sholat Idul Adha berjamaah yang dihadiri oleh semua siswa muslim, guru, karyawan, orang tua wali, dan komite sekolah,” jelas Sarija.

Program Baru Tata Boga

Sarija juga menyampaikan bahwa, pada tahun ini SMP N 12 Kota Magelang menambahkan pelajaran ekstrakurikuler Tata Boga. Dengan program ini, harapannya bisa membekali anak untuk berkreasi mencari pekerjaan atau masukan sebagai entrepreneur.

“Hubungan dengan mata pelajaran Tata Boga, kami harapkan untuk pengembangan potensi terhadap anak didik di masyarakat. Apalagi kuliner menjadi serbuan (masyarakat) dimana-mana,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?