Kepala Balitbang Kota Magelang, Jawa Tengah Arif Barata Sakti saat membuka Pelatihan Inkubasi Bisnis dan Teknologi di Pendopo Gedung eks Bakorwil II, Kota Magelang, Kamis (8/8/2019).

Inovasi

Wujudkan Pengusaha Handal dari Pelatihan Inkubasi Bisnis dan Teknologi

Iklan SMA Mutual

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah melalui Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) berperan sebagai fasilitator dan motivator bagi para klaster inovasi. Itu agar mampu bersaing dan berusaha mandiri dalam dunia usaha. Selain itu, juga untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas dan daya saing daerah.

Kepala Balitbang Kota Magelang Arif Barata Sakti mengatakan itu saat menggelar Pelatihan Inkubasi Bisnis dan Teknologi di Pendopo Gedung eks Bakorwil II, Kota Magelang, Kamis (8/8/2019). Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM, inovator dan komunitas di Kota Magelang.

“Sebenarnya, awalnya pelatihan co-working space ini hanya untuk mewadahi para innovator dari hasil ajang kreasi dan inovasi yang dilaksanakan Balitbang Kota Magelang setiap tahunnya. Tetapi, di Kota Magelang banyak terdapat komunitas yang tumbuh dan berkembang,” katanya.

Narasumber pada pelatihan tersebut yakni Andri Widiastomo dari Impala Space, Semarang dan Riski Ramadani dan Block 71. Kepala Sub Bidang Pengembangan dan Penerapan Iptek Balitbang Kota Magelang, Yetty Setyaningsih menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi inkubasi bisnis dan teknologi yang sudah diselenggarakan 24 Juli 2019 lalu.

Dari kegiatan tersebut Balitbang telah membuat tempat bekerja bersama (co-working space) yang mewadahi klaster inovasi, UMKM dan teknologi di Kota Magelang.

"Kami menyediakan tempat secara gratis untuk para klaster. Dari situ kami harapkan mereka jadi pengusaha handal dan menumbuhkembangkan bisnis berbasis teknologi di Kota Magelang," jelas Yetty.

Pelatihan kali ini diikuti 26 orang peserta, meliputi 10 orang pelaku UMKM potensial, 6 orang dari kreanovator dan 10 orang komunitas berbasis teknologi. Mereka terpilih setelah melalui seleksi ketat.

"Para peserta pelatihan ini merupakan hasil penyaringan dari sekitar 100 orang. Mereka adalah orang yang benar-benar ingin memajukan usahanya,” tandasnya.

Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan oleh Balitbang Kota Magelang tersebut tidak hanya sampai pelatihan co- working space. Melainkan juga memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristedikti).

"Nantinya akan ada skema bisnis, yang akan dilakukan pada 28 Agustus 2019, kami fasiltasi mereka mendapatan pendanaan dari Kemenristekdikti," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?