Nasional

Pemerintah Matangkan 'Impor' Rektor Asing

JAKARTA - Komentar terkait rektor perguruan tinggi di Indonsia dijabat oleh orang asing atau 'rektor impor' tak hanya datang dari pengamat, pemerhati pendidikan hingga anggota DPR. Tetapi juga datang dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Putri dari Megawati Soekarno Putri ini mengemukakan, pembahasan mengenai kemungkinan menggunakan dosen atau rektor dari luar negeri saat ini masih dimatangkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Mensristekdikti).

“Jadi semangatnya adalah bagaimana kemudian universitas itu bisa lebih baik daripada sekarang, kenapa kemudian kita tidak mencoba untuk bisa mempunyai pemikiran yang lebih maju,” kata Puan.

Namun, lanjutnya, tentu saja harus dilihat lagi konsekuensi dan manfaat ke depannya seperti apa. Soal konsekuensinya apa, dijelaskan, hal itulah yang masih dimatangkan.

Demikian juga mengenai perguruan tinggi saja yang nantinya akan dipimpin oleh rektor asing, menurutnya, sampai saat ini belum juga dibahas.

Menko PMK mengingatkan, bahwa ke depan itu fokus dari pemerintah adalah SDM yang lebih unggul, bahwa sumber daya manusia itu atau manusia yang lebih berdaya dan bisa mempunyai kompetensi yang lebih baik. Nah, lanjut Puan, bagaimana menuju ke arah sana.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan, dalam rangka meningkatkan ranking perguruan tinggi di dalam negeri bisa mencapai 100 besar dunia, akan mengundang rektor dari luar negeri untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) yang paling siap untuk dinaikkan rankingnya.

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item,” katanya.

Menritskdikti juga memastikan anggaran untuk menggaji rektor luar negeri ini akan disediakan langsung oleh pemerintah, tanpa mengurangi anggaran PTN tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan pada 2020 sudah ada perguruan tinggi yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri dan pada 2024 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lima PTN.

Komentar sebelumnya datang dari Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, Pengamat pendidikan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Andy Ahmad Zaelany, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah dan lainnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?