Anang Imamuddin

Opini

Simbah Kita Orang Hebat, Kenapa Harus Rektor Asing

DPRD Kota Magelang

Siedoo, Pendidikan adalah suatu proses yang membuat seseorang, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Suatu rentetan dialektika dari olah roso, olah pikir dan olah rogo. Sehingga, menghasilkan suatu out put peradaban serta pengetahuan.  Olah roso menjadikan manusia menjadi pribadi yang bijaksana, rendah hati dan memiliki empati.

Olah pikir menjadikan manusia menjadi insan yang cerdas, pintar dan memiliki visi. Sementara olah rogo membuat seseorang menjadi sehat serta kuat secara fisik yang tentunya akan berpengaruh juga kepada psikis.

Pendidikan dalam suatu bangsa sangat lah penting. Karena kontribusi pendidikan ini lah yang akan menghantarkan suatu bangsa pada kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan. Bangsa yang pandai dan berkarakter dapat mengoptimalkan semua sumber daya yang ada, baik sumber daya alamnya atau pun sumber saya manusianya.

Pendidikan ibarat lentera suatu bangsa dan negara menuju tata kehidupan yang merdeka, bermartabat serta makmur sejahtera.

Indonesia adalah negara besar yang kaya raya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, bangsa ini terbentuk dari berbagai macam kerajaan - kerajaan besar yang diperhitungkan dunia. Kerajaan Majapahit, Singosari, Mataram, Kutai, Samudra Pasai, Sriwijaya, Ternate, Tidore dan masih banyak lagi.

Nenek moyang kita bangsa Indonesia adalah orang orang hebat. Jangan kita berpikir bahwa bangsa barat atau yang lain di luar sana lebih hebat dari "Simbah Simbah" kita dan kita harus tunduk berkiblat pada mereka. Berbagai peninggalan masih bisa kita saksikan begitu luar biasanya para pendahulu kita.

Saat ini, bangsa kita kehilangan jati diri. Kita jadi bangsa yang pesimis, minder, merasa termarginalkan dari segi pemikiran, pendidikan, ekonomi bahkan secara politik.  "Sampai sampai" rektor sebuah universitas atau Perguruan Tinggi pun harus impor dari asing. Apa Indonesia saat ini kurang orang pintar, cerdas dan piawai dalam mengurus sebuah institusi pendidikan??

Rektor adalah pimpinan tertinggi sebuah universitas atau Perguruan Tinggi yang dituntut untuk mengejawantahkan visi serta misi pendidikan tinggi, yang tentunya harus sejalan dengan karakter Bangsa Indonesia.

Rektor bukan manajer perusahaan yang punya tujuan profit dan perusahaan menjadi lebih maju. Tetapi ada tanggung jawab moral serta nilai nilai Ke-Indonesiaan yang diembannya.

Kalau itu dosen atau pendidik dari asing, masih boleh kita tolerir karena untuk menambah cakrawala kita tentang pengetahuan dan dunia. Tetapi untuk rektor dari asing nanti dulu.

Masih banyak anak bangsa yang pantas untuk mendudukinya. Jangan lupa saudaraku, simbah - simbah kita orang hebat loh. (*)

 

 

*Anang Imamuddin, Pemerhati Pendidikan dari Magelang

Presidium Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA UIB) Jateng-DIY
 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang