Daerah

Wujudkan Duta Literasi, SMKN 2 Kota Magelang Gelar Pelatihan Jurnalistik

MAGELANG  - Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Magelang, Jawa Tengah diharapkan tidak hanya pintar secara teori. Tetapi juga diharapkan mampu menguasai soft skill yang diajarkan dari sekolah.

Dengan demikian, ketika mereka lulus dari sekolah dan terjun di dunia kerja tidak lagi kaget. Para siswa bisa dengan mudah untuk beradaptasi di dunia kerja.

Untuk meningkatkan soft skill itu, SMK Negeri 2 Kota Magelang menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar, menghadirkan dari kalangan profesional. Sekolah bekerjasama dengan media online Siedoo Indonesia untuk menjadi pemateri.

"Para Duta Literasi Sekolah mengikuti selama pelatihan jurnalistik. Kemampuan menulis juga bisa menjadi bekal ketika nanti siswa terjun ke dunia kerja. Kedepan para siswa bisa menjadi wartawan dan lain sebagainya," kata Kepala SMK Negeri 2 Kota Magelang Drs. Supriyatno, M.Pd.

Pelatihan jurnalistik dilaksanakan sekitar pukul 10.00 – 14.00 WIB, Senin (23/07/2019). Kegiatan tersebut diikuti 15 siswa dari kelas XI dan XII yang mempunyai tingkat minat literasinya tinggi dalam hal tulis menulis.

Diharapkan, nantinya para siswa bisa berkontribusi mengirimkan berita di lingkungan sekolah dan akan ditampilkan di media Siedoo.com.

“Kebetulan saya kan pengampu ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja), anak-anak yang mendaftar pelatihan itu literasinya tinggi. Salah satunya ada yang ikut lomba penulisan karya ilmiah (15 April 2019)  dari Dinas Sosial (Provinsi Jawa Tengah) pada bidang sejarah,” imbuh Guru Bahasa Indonesia SMK N 2 Kota Magelang, C. Oetari D, S.Pd.

Prestasi yang diraih itu tidak lepas dari kondisi bahwa, hasil UN mata pelajaran Bahasa Indonesia SMK N 2 Kota Magelang selalu bagus.

“Dari kepala sekolah tidak mau hanya terpancang pada nilai. Jadi menginginkan untuk pengembangan dari kemampuan Bahasa Indonesia, apa sih yang bisa dilihat untuk orang lain. Salah satunya dengan menampilkan jurnalistik melalui media online,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, Pimpinan Redaksi Siedoo.com Adi Daya Perdana memberikan materi mengenai tata cara penulisan jurnalistik. Kemudian dilakukan simulasi wawancara langsung antara siswa kepada Kepala Sekolah Drs. Supriyatno, M.Pd dan pemateri. Siswa mewawancarai narasumber untuk diambil datanya sebagai bahan tulisan.

“Setelah pemateri menyampaikan teori, lalu sesi kedua anak-anak belajar menulis. Sistemnya dengan wawancara langsung, karena kebetulan sekolah kita itu juara Adiwiyata dan ada program baru dari Kepala Sekolah tentang Moving Class. Lalu anak-anak mengangkat tema itu menjadi topiknya,” urai Oetari.

Akhir dari pelatihan, siswa dikelompokkan dan mulai membuat tulisan, lalu dipresentasikan di depan kelas. Pemateri dari Redaksi Siedoo.com langsung mengevaluasi dan memberi masukan jika ditemukan penulisan yang kurang tepat.

Rencananya, dari 15 siswa tersebut akan dijadikan sebagai pelopor kepada siswa kelas X. Sehingga, kemampuan berjurnalistik bisa disebarkan kepada siswa yang lain.

“Penulisan kalau yang diberita itu, fakta banget. Saya kalau besok kuliah, ingin ikut organisasi yang berkaitan tentang jurnalistik,” kata salah satu siswa peraih prestasi Karya Ilmiah,  Kelas XII, Kharisma Nurmalitasari. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?