Teknologi Tokoh

Peran Naufal Prakoso, di Balik Aplikasi FoodOn Reservation

Siedoo, Nama Naufal Prakoso, tidak begitu asing di kalangan kampus Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta. Pria berusia 20 tahun ini merupakan Lead Developer Student Clubs (DSC).

Naufal bersama dengan temannya dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) mengembangkan aplikasi pesan makanan FoodOn Reservation yang dapat digunakan di kantin seluruh universitas nantinya.

FoodOn Reservation ini sebuah aplikasi pemesanan makanan melalui tiga proses utama. Pemesanan, pembuatan, dan pengambilan makanan. Aplikasi tersebut dimulai pada September 2018 silam.

"Aplikasi ini berawal dari ide lima teman saya yang ada di Universitas Prasetiya Mulya. Mereka ingin mengembangkan aplikasi FoodOn dalam rangka memenuhi pelajaran Business Creation dan Business Development," jelasnya.

Aplikasi ini juga dikembangkan bersama dua temannya, yaitu Ando dan Aldo sebagai pengembang awal serta dengan empat mahasiswa Prasmul, pemilik ide dari aplikasi ini. Mereka yaitu Peter, Anthony, Stella, dan Hans.

FoodOn Reservation juga menjadi solusi dalam pengelolaan pemesanan makanan yang menumpuk secara bersamaan saat jam istirahat. Aplikasi ini membantu pihak restoran untuk menjual makanan yang belum habis terjual melalui pemberian informasi potongan harga di website FoodOn. Sehingga, Naufal berujar, restoran akan mampu meminimalisir kerugian serta makanan yang terbuang.

Saat ini aplikasi FoodOn Reservation baru digunakan di area kampus Universitas Prasetiya Mulya dan The Breeze. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan di kampus-kampus lain.

"Beberapa kampus dan perkantoran sudah ada yang tertarik, tapi kami masih menyiapkan sistem dan development baru," urainya.

Aplikasi ini secara penuh beroperasi di Universitas Prasmul dan dikepalai oleh Peter sebagai mahasiswa Prasmul. Aplikasi FoodOn Reservation dapat digunakan dalam tampilan mobile dan desktop.

Adapun Naufal sebagai Lead DSC memiliki tanggung jawab untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman mengenai Android. FoodOn Reservation juga menjadi solusi dalam pengelolaan pemesanan makanan yang menumpuk secara bersamaan saat jam istirahat.

Sehingga, restoran akan mampu meminimalisir kerugian serta makanan yang terbuang. Di DSC sendiri, para mahasiswa juga belajar mengenai Android App Development, Cloud, Website, Machine Learning, dan masih banyak lagi.

Selain belajar dan mengembangkan potensi diri terhadap hard-skill dan soft-skill, mahasiswa juga dituntut untuk menciptakan aplikasi solutif yang dapat memecahkan permasalahan di sekitarnya.

Sementara itu, berdasarkan kemampuan yang dimiliki Naufal, ia juga sempat mengikuti perhelatan Google I/O 2019 pada Mei lalu di San Fransisco, Amerika Serikat. Turut dihadiri oleh beberapa developer asal Indonesia, salah satunya Naufal Prakoso.

Ia mulai menyukai programming sejak SMP. Namun, baru mempelajari secara serius saat duduk di bangku SMA. Kala itu, Naufal bersama teman-temannya membuat aplikasi “Kalkulator Fisika” yang berisikan soal-soal latihan beserta fitur untuk mengkalkulasikan rumus-rumus fisika secara otomatis.

Kegemarannya dalam mengembangkan aplikasi Android berlanjut hingga kini. Sebelum menjadi Lead DSC Binus sejak Desember 2017, Naufal juga pernah menjadi Fasilitator di Indonesia Android Kejar (IAK). Dengan dibantu oleh teman-teman DSC Core Team Binus, Naufal berhasil mengadakan berbagai kegiatan mengenai developer dan Android di kampusnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?