Daerah

Pejuang Pendidikan Rapatkan Barisan

MAGELANG – Bagi para pendidik agar tetap semangat dalam memberikan ilmu kepada siswa dan diberikan secara total. Mereka harus memperhatikan anak didiknya, seperti anaknya sendiri.

"Para pendidik selalu berdoa untuk keberhasilan anaknya dan untuk anak didiknya. Diharapkan untuk tidak menjadi anak robot, yang seharusnya sadar dengan sendirinya, untuk melaksanakan ilmu yang sudah diajarkan secara baik," kata Pembina Yayasan Sirojuddin Ikhsan, H. Koco Parwoto, S.H., M.H.

Ia mengatakan itu saat kegiatan Silaturahim Pejuang Pendidikan di Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Acara itu diikuti dari berbagai sekolah, seperti SD IT Alam Al Hikmah, TK IT At Taqwa, SMP IT Insan Kamil, TK IT Durrotul Islam, TK IT Al Hikmah, TK IT Ananda, TK IT Insan Kamil,  Manajemen Silaturahim dan YPASI (Yayasan Pendidikan Alquran Sirojuddin Ikhsan).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.00 – 12.00 WIB ini, merupakan acara silaturahim antarlembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Alquran Sirojuddin Ikhsan Cabang Utara.

“Maksud dan tujuan acara ini agar kita terintegrasi, ada networking  disitu. Jadi, pertemuan lintas komunitas, ini yang pertama. Biasanya YPASI hanya dengan anggotanya, kalau ini kan ada Yayasan Manajemen Silaturahim, Qalbun Salim, Sirojuddin Ikhsan cabang dan pusat,” jelas Koco.

Diharapkan bahwa, dari acara tersebut dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada tentang dunia pendidikan. Para pejuang pendidikan akan didukung, seperti hal kesulitan dalam operasional, pengadaan gedung, penerimaan siswa baru dan sebagainya.

Hal yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana untuk menciptakan pejuang pendidikan menjadi live excelent, hidup yang mapan, hidup yang terhormat.

“Khusus di jajaran kami, sebetulnya kalau secara spesifik pejuang pendidikan itu sudah it’s okey. Karena saya lihat trend dari pertumbuhan anak didiknya. Namun dalam hal ini, saya ingin anak-anak yang teknologinya pintar berakhlakul karimah, ini perlu ada support dari kami,” tandasnya.

Mereka saat ini sedang berfokus mengelola pendidikan anak usia dini dan SD. Tim sedang menata pondasi. Itu artinya jika pondasi sudah kuat, maka akan merambah ke SMA atau perguruan tinggi.

“Sementara ini kami fokuskan yang berada dalam naungan kami dulu. Namun tidak menutup kemungkinan lintas lembaga boleh, tapi nanti person dengan saya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi hiburan oleh Nikami Band dan kajian siraman rohani yang berkaitan dengan pejuang pendidikan.

"Kita akan menyiapkan generasi yang nanti menyebarkan Islam tidak hanya di Indonesia. Kita siapkan generasi yang tidak hanya untuk menyelasaikan tugas-tugas, yang sifatnya lokal, tapi internasional," jelas pengisi tausiah, Ustad Iqbal Wijdani. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?