Daerah

Manajemen Kebersihan Menstruasi Dukung Prestasi Siswi

BOGOR - Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi siswa sangatlah penting. Dengan manajemen tersebut diharapkan dapat menghilangkan segala macam mitos dan hal tabu yang dibawa dari lingkungan rumah sekitar.

Menurut Konsultan UNICEF Indonesia, Yayuk Mukaromah, MKM harus dimulai dari jenjang dini. Materi yang disampaikan juga harus disesuaikan dengan jenjang penidikan.

“Kami perhatikan MKM di sekolah mulai menunjang prestasi belajar siswi, lebih lanjut lagi dapat mencipkan sanitasi sekolah yang baik, sehat dan bagus,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara Bimtek Pengelolaan Sanitasi Madrasah di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/7/2019).

Disebutkan, MKM pada sekolah, adalah bagaimana cara mengelola kebersihan mestruasi dari aspek sarana prasarana, edukasi, dan sosial dalam lingkup sekolah.

Dikatakan, banyak siswi yang memilih abstain sekolah karena malu atau takut saat mentruasi tiba. Hal ini berdampak sekali pada prestasi belajar siswi madrasah.

“Unicef sudah melakukan penelitian sejak 2015 bahwa banyak sekolah yang kurang memperhatikan permasalahan menstruasi di sekolah,” ujar Yayuk.

Dijelaskan untuk jenjang dasar atau ibtidaiyah, di usia yang masih dini, para siswi belum mengerti tentang menstruasi dan bagaimana menanggapinya.

Menurutnya, bahkan, saat seorang gadis memasuki masa menstruasi, orangtua dan guru tidak nyaman memberi informasi mengenai proses psikologi dan cara menjaga kebersihan saat menstruasi.

"Ketidaktahuan ini menciptakan mitos dan ketabuan yang mengesankan menstruasi sebagai penyakit atau kutukan. Hal ini membuat para gadis dan perempuan percaya mereka kotor dan tidak suci," ujar Yayuk

Pihaknya sangat memperhatikan pentingnya menstruasi. “Kami mendesain modul Manajemen Kebersihan Menstruasi yang kami sampaikan melalui lembaga lembaga pendidikan dan kesehatan,” terangnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?