Daerah

Unpad Suguhkan KKN Tematik Kewirausahaan, Satu Desa Satu Website Produk

BANDUNG - Memberikan pendampingan pengetahuan masyarakat tentang kewirausahaan menjadi salah satu langkah Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, untuk membuat usahanya menjadi lebih maju. Perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut menerjunkan 530 mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan, 12 – 28 Juli 2019.

Mereka disebar ke 53 desa di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kecamatan itu adalah Jatinangor, Sukasari, Tanjungsari, Cimanggung, dan Pamulihan. Setiap desa akan diisi oleh 10 orang mahasiswa.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis/Oorange Unpad, Diana Sari, PhD menyampaikan, pelaksanaan KKN tersebut menggunakan beragam modul kewirausahaan dari USAID. Modul ini meliputi pemetaan potensi desa, pemberian pembelajaran terkait model bisnis dan keuangan, hingga monitoring dan evaluasi.

“Modul ini sangat lengkap, mulai pemetaan potensi sampai mengukur keberhasilan dari KKN ini sendiri,” kata Diana.

Dari KKN Tematik bisa menghasilkan satu website untuk satu desa, yang dapat memunculkan berbagai produk unggulan dari desa lokasi KKN. Selain itu, diharapkan akan terbentuk forum-forum kewirausahaan di tingkat desa dan kecamatan.

“Produk yang sudah unggul, bisa juga dimasukkan ke lokapasar (marketplace) di Indonesia,” kata Diana.

Pelaksana Tugas Rektor Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE mengatakan, KKN tersebut telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di Unpad. Dengan demikian, mahasiswa peserta KKN akan mendapat nilai untuk mata kuliah KKN.

Selain itu, berbagai pembelajaran selama KKN juga bisa diangkat menjadi topik skripsi.

“Jika selama di desa itu (mahasiswa) mempunyai ide brilian, maka kita akan promosikan menjadi mahasiswa brilian di Kemenristekdikti,” ujarnya.

Prof. Rina menjelaskan, mahasiswa brilian merupakan mahasiswa yang punya jiwa kewirausahaan yang tidak hanya diaplikasikan untuk diri sendiri, tetapi juga di masyarakat. Masyarakat desa dengan berbagai potensinya mampu didorong menjadi pengusaha oleh mahasiswa.

“Kalau tahapannya sudah sampai pada memberdayakan masyarakat, dibantu dengan mitra yang ada, itu yang disebut nanti Anda menjadi calon mahasiswa yang brilian yang akan didaftar di Kemenristekdikti,” kata Prof. Rina.

Nantinya, berbagai potensi bisnis yang ada di setiap desa akan diseleksi dan dipilih 10 unit usaha paling terbaik. Berbagai usaha unggulan ini akan dilakukan pendampingan di Kawasan Sains dan Teknologi Unpad.

Acara pelepasan tersebut dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwadani dan Pelaksana Tugas Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE.

“Ini sebuah keberuntungan bagi Sumedang menjadi tempat KKN Tematik yang akan diberikan pendampingan pengetahuan masyarakatnya supaya usahanya menjadi maju,” ujar Dony.

Pelaksanaan KKN Tematik Kewirausahaan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat dengan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing yang berfokus pada penguatan kewirausahaan.

Program Kemenristekdikti ini didukung penuh USAID Mitra Kunci Initiative, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta BRI Microfinance. Sebanyak 10 perguruan tinggi Indonesia menjadi pelaksana kegiatan KKN ini.

Unpad menjadi perguruan tinggi percontohan pertama yang mengimplementasikan aspek pembelajaran transformatif kewirausahaan melalui KKN Tematik.

Dony mengatakan, karena KKN ini menjadi pionir, ia mengharapkan peserta dapat memanfaatkannya dengan baik. Berbagai potensi desa diharapkan dapat diangkat dan dipromosikan dengan baik.

“Karena ini sebuah pionir, maka diharapkan akan menjadi standar ke depannya,” kata Dony. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?