Inovasi

Upaya Pelestarian Anggrek Tien Soeharto oleh Mahasiswa Unimed

Siedoo, Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum JB Comber & Nasution) merupakan salah satu tumbuhan endemik Indonesia. Anggrek Tien Soeharto merupakan spesies anggrek yang hanya tumbuh di daerah tertentu di Sumatera Utara dan juga di Gunung Leuser, Aceh.

Anggrek Tien Soeharto kali pertama ditemukan tahun 1976 oleh peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pemberian nama anggrek ini didasarkan sebagai penghargaan kepada ibu Negara yaitu Ibu Hartinah (Tien Soeharto) karena jasanya melakukan upaya pelestarian anggrek di Indonesia.

Jumlah Anggrek Tien Soeharto cukup sedikit dan kemungkinan besar akan berkurang. Tanaman ini sulit tumbuh di tempat yang bukan habitat aslinya, sehingga dibutuhkan strategi konservasi in situ untuk mempertahankan eksistensi tumbuhan ini.

Melihat hal tersebut, sekelompok mahasiswa Biologi Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan eksplorasi dan membuat peta sebaran beserta data habitat Anggrek Tien Soeharto berdasarkan data spasial. Mereka tergabung dalam PKM-P, diketuai Febry Indriani Syafitri, beranggotakan Desi Sakinah Tinendung, Ibnu Arief Habibie dan didampingi dosen pembimbing Dr. Tri Harsono, M.Si.

Dilansir dari laman unimed.ac.id, pemetaan tersebut dilakukan dengan tujuan menentukan wilayah konservasi in situ serta mengetahui tipe habitat secara umum Anggrek Tien Soeharto. Informasi ini digunakan untuk menyusun upaya konservasi yang efektif dan efisien, sehingga Anggrek Tien Soeharto terhindar dari kepunahan.

“Sejauh ini, kami telah menemukan 45 titik sampel keberadaan Anggrek Tien Soeharto yang di wilayah Gunung Sibuatan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara,” terang Febry.

Tim mahasiswa Biologi Unimed ini mengadakan eksplorasi dengan harapan dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah konservasi dan lokasi penelitian. Karena di wilayah itu masih banyak terdapat flora endemik lainnya yang bisa diteliti.

Untuk melakukan upaya konservasi Febry dan timnya akan memberikan data habitat atau keberadaan Anggrek Tien Soeharto kepada BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam).

“Harapannya pihak BBKSDA dan pemerintah langsung melakukan upaya konservasi terhadap anggrek tersebut,” harap Febry Indriani Syafitri. (*)

Apa Tanggapan Anda ?