Tim mahasiswa pencipta produk B-Spray Universitas Brawijaya. (foto; ub.ac.id)

Inovasi Tokoh

Padukan Bahan Alami, Mahasiswa UB Ciptakan Spray Pencegah Bau Mulut

DPRD Kota Magelang

Siedoo, Salah satu faktor yang mampengaruhi kenyamanan berkomunikasi adalah bau mulut. Bau mulut pun dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang dan menunjukkan kesehatan rongga mulut yang bersangkutan. Setiap orang menginginkan nafas segar, sehingga bau mulut masih menjadi suatu masalah dalam pergaulan sehari-hari.

Bau mulut timbul akibat aktivitas bakteri dalam rongga mulut akibat mengonsumsi makanan beraroma menyengat. Salah satu yang dilakukan untuk mencegah bau mulut, banyak orang menggunakan obat kumur antiseptik.

Namun kandungan bahan kimia dalam obat kumur yang beredar di pasaran tak jarang menimbulkan efek negatif, seperti rasa kering dan terbakar pada rongga mulut. Hingga kini inovasi pencegahan bau mulut terus dilakukan, termasuk pembuatan obat kumur antiseptik tanpa efek samping.

Diketahui, bahan alami yang dapat digunakan dalam formulasi obat kumur yaitu bahan-bahan yang mengandung senyawa antibakteri. Beberapa bahan yang mengandung senyawa antibakteri yaitu propolis dan biji pepaya.

Propolis dapat diperoleh dari sarang lebah Trigona sp. Lebah ini merupakan lebah spesialis penghasil propolis yang mengandung flavonoid dan berkhasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi dan kariostatik.

Sedangkan biji pepaya (Carica papaya) mengandung terpenoid, karpain, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri dan dapat membunuh bakteri dengan merusak integritas membran sel bakteri tersebut.

Hal di atas yang melatarbelakangi lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) memadukan dua bahan alami tersebut menjadi produk natural antiseptik. Mereka adalah Fidhatul Fajrika Julian (FKG 2016), Afina Muti'ah Tuhepaly (FKG 2016), Pranaya Arya Satya (FAPET 2015). Kemudian Ahmad Ghozali (FAPET 2016) dan Wenning Firda Sari (FIA 2015).

Sedangkan produk buatan mereka berupa natural antiseptic mouth spray yang diberi nama ‘B-SPRAY’. Di mana produk ini menjadi solusi dalam mencegah masalah bau mulut

“Selain itu, B-SPRAY memiliki berbagai varian rasa, antara lain jeruk, apel dan sirsak,” tutur Pranaya Arya di laman resmi ub.ac.id.

Menurutnya, beberapa proses pengujian untuk menjamin kualitas produk meliputi uji aktivitas antibakteri, uji TPC dan uji organoleptik. Dikatakan Arya, produk antiseptik ini sejalan dengan himbauan Kementerian Kesehatan RI agar masyarakat beralih menggunakan obat-obatan alami.

“Jadi, potensi komersialisasi B-SPRAY cukup terbuka mengingat kebutuhan obat-obatan alami dalam industri farmasi sangat dibutuhkan,” tukas Pranaya Arya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang