Tokoh

Iqbal Juri Muda OSN 2019, Balik Bantu Negara

Siedoo, Juri muda, begitu sebutan yang tersemat kepada Iqbal Hakim. Mahasiswa ITB jurusan Planologi semester lima ini menjadi juri pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 untuk bidang lomba Geografi jenjang SMA di Manado.

Iqbal bisa menjadi juri OSN bidang Geografi karena pengalamannya telah mengikuti kompetisi internasional dan menjadi asisten dalam pelatnas (pelatih nasional).

Biasanya, alumni olimpiade sains internasional akan diminta bantuannya untuk menjadi asisten pelatnas di tahun berikutnya. Kemudian jika penilaiannya baik, maka selanjutnya dapat direkrut menjadi juri OSN.

"Saya merasa terbantu oleh negara. Maka saya pun harus membantu negara kembali sebagai wujud rasa terima kasih saya. Selain itu saya juga bisa membantu generasi baru di bidang geografi," tutur pria kelahiran di tahun 1992 ini.

Semuanya itu dilakukannya untuk membayar balik kepada negara yang telah memfasilitasinya ikut serta dalam olimpiade geografi internasional atau International Geography Olympiad (IGeO).

Termasuk menerima beasiswa kuliah S1 melalui jalur undangan, tanpa harus mengikuti seleksi tertulis.

Saat SMA, Iqbal pernah menjadi peserta OSN bidang Geografi tahun 2016 di Palembang, dan berhasil meraih medali perak. Ia pun terpilih untuk mengikuti lomba Geografi tingkat internasional (IGeO) di Serbia pada tahun 2017.

Alhamdulillah, saya mendapatkan medali emas saat pertandingan internasional tersebut," ujar lulusan SMA Lab School Kebayoran itu.

Menurut Iqbal, teknik belajar yang diterapkan dalam bidang geografi tidak dapat dipelajari sekaligus karena cakupan bidang geografi sangat luas dan beririsan dengan bidang lainnya seperti fisika dan matematika.

Ia pun memiliki teknik belajar khusus saat belajar untuk menghadapi olimpiade.

"Belajar geografi tidak bisa dengan sistem kebut semalam. Harus dipelajari satu-persatu secara mendalam setiap minggunya, dan ketika akhir bulan langsung dapat di-review secara menyeluruh," ujarnya.

Pria yang lahir di Tangerang pada 2 Februari 1999 itu menuturkan, soal-soal olimpiade bidang geografi kebanyakan berupa hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang diterapkan dalam bentuk teori.

Sebagai siswa pencinta alam, ketertarikan Iqbal di  bidang geografi dimulai ketika ia naik gunung saat masih SMA. Di gunung, ia menemui hal-hal yang dipelajarinya di sekolah tentang geografi.

“Sangat menyenangkan naik gunung sambil belajar geografi. Banyak ilmu yang terpakai selama di sekolah. Jadi jika mau menjadi ahli geografi, tidak boleh hanya di kelas saja, harus terjun langsung ke alam karena geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar," ujarnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?