Daerah

Tim ITB Raih Dua Juara Sekaligus di UGM

YOGYAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat keluar sebagai juara Jogja Information Technology Session (JOINTS) 2019. Tim dari ITB sekaligus memborong dua medali. Yaitu Juara 1 dan Juara 3 untuk kategori Data Mining, serta Best Pitching dalam kategori Apps Innovation. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komputer Universitas Gajah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Tim Peraih Best Pitching Apps Innovation, Cornelius Yan, membagikan tips mengenai materi pitching yang menghantarkan tim mereka menjadi juara dalam mempresentasikan rekayasa perangkat lunak berupa aplikasi mobile, web, maupun desktop.

“Tim kami tidak hanya memaparkan dari segi solutifnya, namun juga dari segi nilai bisnis,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak lagi mahasiswa ITB yang menekuni perkembangan IT dan juga semakin banyak yang berprestasi dalam bidang ini. "Jangan lupa untuk memperbanyak latihan dan rajin untuk mengikuti lomba agar memperkaya pengalaman dalam data mining serta data science,” jelasnya.

Ada beberapa kategori dalam kompetisi ini, diantaranya Programming Competition Session, Data Mining, Apps Innovation dan Capture The Flag. Ajang ini diikuti kurang lebih 650 tim dari perguruan tinggi di seluruh tanah air, termasuk ITB yang diwakilkan oleh 3 tim. Ketiga tim ini berasal dari Jurusan Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektronika dan Informatika (STEI).

Ketua Tim ITB Peraih Juara 1 Kategori Data Mining, Christian Wibisono, mengungkapkan dalam kontes ini timnya ditantang untuk melakukan pengolahan dan analisis big data. Sehingga, peserta dapat membuat model machine learning untuk membuat prediksi seakurat mungkin sesuai atribut yang tersedia. Yaitu mengenai lokasi, fasilitas, gender, dan harga dari kos, yang kemudian dituangkan ke dalam paper dan presentasi.

“Tim saya membuat prediksi untuk segmentasi pasar bisnis kos menggunakan Gradien Boosting Machine. Untuk ilmunya, kami peroleh dasarnya dari materi kuliah yang diajarkan di Teknik Informatika ITB, kemudian mengikuti kompetisi-kompetisi serupa dan tentunya otodidak lewat Platform Kaggle,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?