Daerah

Dakwah Islam dengan Konsep Tadabur Alam

MAGELANG – Kegiatan mendidik anak usia dini memang menjadi hal penting sebagai pondasi pendidikan anak untuk kedepannya. Lembaga pendidikan yang khusus menangani anak usia dini, melakukan berbagai macam upaya dalam mewujudkan kualitas anak yang terbaik dengan kemasan kegiatan yang beragam.

PAUD IT Durratul Islam mengadakan kegiatan Family Gathering  dan Halal Bi Halal. Berlangsung di Dusun Gondangan Kulon, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, kegiatan ini dihadiri sekitar 600 orang. Diantaranya para tenaga guru, pengurus komite, siswa TA. 2018/2019 dan TA 2019/2020 beserta keluarga, Kepala Dusun dan Kepala UPT Disdikbud Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Di kecamatan Ngablak yang baru mengadakan Family Gathering baru PAUD sini, hal itu mendapat apresiasi dari Kepala UPT Disdikbud. Kami mengikutsertakan pihak keluarga, ayah dan ibu dari siswa, jadi tidak hanya perwakilan satu wali murid saja,” kata Setyorini, Kepala Sekolah PAUD IT Durratul Islam.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08:00 hingga 13: 00 WIB tersebut, juga sebagai dakwah ajaran Islam melalui Tadabur Alam. Hal ini untuk mensyukuri keindahan alam sekitar yang sudah diciptakan oleh Allah SWT.

“Kami mengajak kepada masyarakat sekitar agar kita lebih mensyukuri nikmat Allah SWT, karena berada di wilayah pegunungan yang asri, indah, sejuk, udara segar dan belum banyak polusi. Tentunya juga untuk mempererat tali silaturahim antara sekolah dan wali murid,” jelasnya.

Selain itu, PAUD IT Durratul Islam juga pernah diposisi 5 sebagai PAUD unggulan se-Kabupaten Magelang pada 2017. PAUD IT Durratul Islam mempunyai kurikulum yang berisi 11 tema kunjungan belajar dalam 1 tahun.

“Kami ada 11 tema kunjungan belajar. Kegiatan kunjungan yang berkaitan dengan pembelajaran seperti berkunjung ke pabrik tempe, pabrik susu, pabrik boneka yang dekat di sekitar daerah sini,” tuturnya.

Setiap tema berbeda-beda, salah satunya ada tema pekerjaan atau kunjungan profesi, siswa diajak mengunjungi kantor polisi untuk mengenal profesi polisi.

“Pekerjaan atau profesi itu kan bermacam-macam, jadi kita kenalkan berbagai macam profesi kepada anak-anak. Kita ajak ke kantor polisi, puskesmas atau ke kantor kecamatan,” terangnya.

Tujuannya agar anak-anak lebih mengenal langsung ke sumbernya dan merekam dengan baik sesuai apa yang mereka lihat dalam kunjungan.

“Pendidikan anak tidak hanya sebatas rampung di sekolah. Tapi pendidikan utama ada di keluarga,” tambahnya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa setiap anak karakternya beda-beda dan mempunyai keunikan sendiri.

“Kita dalam kurikulum, ada 6 aspek yaitu, agama/moral, fisik/motorik, kognitif, segi bahasa, emosional dan dari segi kreatifitas. Jadi kita menilai anak dari 6 aspek tersebut, tentunya setiap anak berbeda pencapaiannya,” jelas Novi Andiyati, Wakil Kepala Sekolah PAUD IT Durratul Islam.

Salah satu solusi yang diberikan, pihak sekolah meminta agar orang tua untuk terlibat mengikuti kegiatan parenting yang diadakan sekolah. Tentunya selalu menghadirkan pemateri dengan tema yang sesuai kondisi anak.

“Kami ada kegiatan OTM (Orang Tua Mengaji), isinya orang tua dihadirkan dan menyimak tausiah yang membahas tentang akhlak anak,” tambahnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?