Daerah

Akatirta dan PMI Wujudkan Aksi Sosial Bersama

MAGELANG – Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) Magelang, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan sikap kepedulian sosial kepada masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan yang berkonsentrasi di bidang lingkungan, Akatirta menjalin hubungan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang dalam kegiatan donor darah pada Rabu (19/6/2019).

Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial, menjalin kerja sama dengan PMI dan mendidik kepada mahasiswa untuk peduli dengan sesama. Mereka pendonor darah datang dari kalangan mahasiswa dan karyawan Akatirta.

“Kami serahkan persiapan dan pelaksanakan kegiatan ini kepada mahasiswa. Tujuannya agar mereka terlatih beroganisasi melalui BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa),” kata Santoso Widji Janto, Wakil Direktur Umum Akatirta.

Respon mahasiswa dengan kegiatan ini cukup antusias dan tidak sedikit mahasiswa yang mendonorkan darahnya. Selain itu, Akatirta juga beberapa kali melakukan kegiatan sosial lainnya, seperti pembersihan lingkungan area perairan, penanaman pohon dan lainnya.

“Pernah ada komunitas sungai di daerah Srumbung (Kabupaten Magelang), beberapa kali meminta Akatirta untuk ikut terlibat dalam kegiatan penanaman pohon, pembersihan sungai dan pelepasan satwa liar,” tuturnya.

“Kegiatan donor darah antara Akatirta dengan PMI Kota Magelang sudah terjalin lebih dari 5 tahun,” ungkap Achadika Agus K.P, P2D2S UDD PMI Kota Magelang.

Dijelaskan bahwa, darah yang sudah didapat tidak bisa langsung dipakai, namun akan diperiksa terlebih dahulu di laboratorium. Selanjutnya akan muncul hasil pemeriksaan dari darah tersebut. Hasilnya positif atau tidak masuk dalam parameter hepatitis B, hepatitis C, HIV atau Spilis.

Jika ada darah yang didapati masuk dalam salah satu parameter tersebut, maka darah itu akan disingkirkan dan tidak bisa digunakan untuk donor. Menyikapi jika ada hal yang semacam itu, PMI Kota Magelang akan menghubungi orang yang mempunyai darah tersebut.

“Jika ada darah dengan hasil seperti itu, darahnya kami musnahkan tidak bisa untuk donor. Kami juga akan hubungi dan memberitahu secara internal dengan orang terkait tentang hasil cek dari darahnya,” terangnya.

Pendonor diambil darahnya dengan ukuran normal 1 kantong 350 milimeter dan dimasukkan dalam kantong yang terdapat cairan, untuk makanan darah, zat anti gumpal agar darah tidak beku dan zat pengawet.

“Sebelum mendonorkan darah, tentu dicek terlebih dulu. Saat itu, pendonor sudah mendapat manfaat, yaitu jadi tahu infomasi tentang tensi darah, jenis golongan darah yang tadinya belum tahu dan didapatkan secara gratis,” jelasnya.

Selain bermanfaat bagi orang lain dalam hal sosial, pendonor juga dapat membantu mengurangi kepekatan darahnya. Darah yang sebelumnya sangat kental, setelah diambil sebagian untuk donor akan berkurang kekentalannya. Hal itu mempunyai dampak, sirkulasi darah lebih lancar dan jantung yang memompa darah akan menjadi lebih ringan.

“Seperti kita menyemprotkan air dan oli, saat kita semprotkan tentu oli lebih berat karena sangat kental dibandingkan air. Demikian juga dengan darah yang sangat kental, ” tandasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?