Siswa-siswi SD membaca buku di Pojok Baca kelasnya. (ilustrasi: Menara62.com)

Opini

Pojok Baca Dapat Merangsang Siswa Gemar Membaca


Siedoo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai pengembangan dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti pada Anak. Menindaklanjuti gerakan tersebut, guru harus melakukan hal-hal kreatif terkait budaya literasi.

Salah satunya dengan menciptakan Pojok Baca di setiap kelas. Ini tentu dibuat dengan kreativitas guru yang bersangkutan, sehingga berbeda di tiap kelas. Pojok Baca adalah sudut tempat para siswa-siswi membaca, di sana disediakan buku-buku tentang pendidikan serta ilmu pengetahuan, serta karya siswa yang dapat menambah keunikan dan keartistikan.

Pada jenjang SD, guru harus berupaya semaksimal mungkin agar Pojok Baca menjadi magnet untuk menarik siswa membaca. Maka guru harus kreatif menciptakan Pojok Baca yang menarik dan artistik.

Sementara di jenjang SMP dan SMA/SMK, Pojok Baca, guru bisa menugaskan siswa untuk membuatnya dengan kreasi mereka. Yang penting setiap kelas ada Pojok Baca yang setiap hari dimanfaatkan. Arahkan untuk melengkapi fasilitas baca dan suasana yang nyaman.

Manfaat Pojok Baca di Kelas

Pojok Baca dibuat bukan untuk menyaingi Perpustakaan Sekolah, namun justru membantu Perpustakaan Sekolah dalam menciptakan gemar membaca dan rutinitas membaca bagi siswa. Sehingga buku-buku yang disediakan di Pojok Baca diupayakan berbeda dengan yang tersedia di Perpustakaan Sekolah.

Dalam rangka pengembangan minat baca siswa, Pojok Baca di setiap kelas memiliki manfaat antara lain:

  • Dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik.
  • Mendekatkan buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca.
  • Membantu Perpustakaan Sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca, di saat buku yang ingin dibaca siswa tidak tersedia di Perpustakaan Sekolah.
  • Dapat dikaitkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran oleh guru.

Membuat Pojok Baca Unik dan Menarik

Agar Pojok Baca selalu dikunjungi dan dimanfaatkan siswa, maka harus dibuat semenarik mungkin. Sekali lagi, untuk jenjang SD guru sangat dominan dalam hal ini. Namun pada jenjang SMP dan SMA/SMK, guru dapat membentuk tim pengerjaan Pojok Baca yang diawaki para siswa.

Paling tidak langkah-langkah berikut dapat menjadi acuan menciptakan Pojok Baca di setiap kelas. Baik  di jenjang SD maupun jenjang di atasnya.

  1. Guru membuat konsep Pojok Baca kemudian mulai menyiapkan segala perlengkapannya. Mulai fasilitas baca, hiasan, pagar pembatas hingga penyediaan buku-buku.
  2. Pagar atau pembatas area Pojok Baca bisa menggunakan tali plastik yang dibalut dengan kertas hias. Kaitkan pada tiang kokoh (bisa menggunakan paralon dan pot yang disemen) yang ditempatkan membentuk area baca.
  3. Hiaslah dinding dengan desain artistik, bisa ditempel kertas origami yang sudah dibentuk dengan berbagai desain, membuat pohon literasi, kalimat-kalimat motivasi pendidikan dan sebagainya
  4. Bila diberi kursi justru tampak sempit, gunakan meja baca lesehan.
  5. Tempatkan rak buku secara artistik dengan buku-buku atau bahan bacaan lain yang telah disiapkan sebelumnya.
  6. Buatlah jadwal piket untuk menjaga kebersihan Pojok Baca.

Meskipun dibuat dengan sederhana namun artistik dan menarik, Pojok Baca akan terfungsikan sesuai manfaatnya bagi siswa dan guru. Sehingga guru perlu memberikan tugas membaca dan mengaitkan pelajaran dengan kegiatan membaca di Pojok Baca. (*)

 

 

*Yayan Rusyanto

Pemerhati pendidikan, tinggal di Cilacap, Jawa Tengah.

Apa Tanggapan Anda ?