Guru mengajar di kelas. (ilustrasi: limawaktu.id)

Daerah

Daerah Berharap Kekurangan Guru Diatasi Lewat Rekrutmen PPPK


NGAWI – Belakangan ini hampir semua daerah mengalami hal yang sama dalam masalah kekurangan guru. Hal itu karena semakin banyak guru memasuki masa pensiun. Sementara untuk pengangkatan CPNS guru belum bisa menutup kekurangan guru di berbagai sekolah.

Hal ini pun dialami dunia pendidikan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terutama untuk guru sekolah dasar (SD). Kendati, kabupaten ini sudah mendapatkan tambahan 167 guru CPNS, namun pihak Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi menilai jumlah itu belum menutup kekurangan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Dindik Ngawi, Fachrudin berharap ada tambahan lagi untuk tenaga guru. Karena jumlah 167 guru CPNS yang ditempatkan masih jauh dari jumlah sekolah yang kekurangan guru.

“Penempatan 167 guru CPNS itu belum sebanding dengan jumlah SD di Ngawi yakni sekitar 500 SD. Kami berharap adanya rekrutmen jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), untuk tenaga pengajar,” harapnya dilansir Jpnn.com.

Fachrudin menyampaikan, untuk masalah tersebut pihaknya sudah mengajukan usulan. Menurutnya, penambahan tenaga pendidik dari CPNS itu belum berdampak signifikan untuk meng-cover kekurangan guru. Sehingga pemaksimalan kualitas pendidikan sulit tercapai bila jumlahnya belum ideal.

Dindik Ngawi sudah melayangkan surat ke pihak yang memiliki wewenang dalam hal ini adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kendati begitu, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan tenaga pendidik yang ada.

Dikutip Amp.oppo.baca.co.id, Fachrudin menambahkan, kategori pendidik yang kondisi kekurangannya cukup parah adalah guru olahraga dan guru agama, nyaris semua SD di Ngawi mengalami defisit. Sementara, pihaknya tidak bisa berbuat banyak menyikapi hal tersebut.

“Terealisasi atau tidaknya pengajuan permohonan itu tergantung BKD, berharap saja nanti bagaimana,” ujarnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?