Dr. Heni Setyowati E, R, S.Kp., M.Kes, Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisiyah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.  

Opini Tokoh

Perlu Tahu, Risiko Penyakit yang Muncul saat Lebaran


Siedoo, Umat muslim seluruh dunia merayakan hari Lebaran yang sudah ditunggu-tunggu setelah Ramadhan. Salah satu momen tahunan, yang diidamkan sebagai ajang silaturahim dan saling memaafkan.

Selain itu, momen Lebaran juga identik dengan berbagai macam suguhan makanan yang disajikan. Tentunya hal itu untuk menjamu tamu, saudara atau keluarga yang datang berkunjung. Namun demikian, dari banyaknya macam makanan, jika cara mengkonsumsinya kurang teratur akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Penyakit yang muncul diantaranya seperti diare atau gangguan pencernaan dan radang tenggorokan. Ketika Lebaran mengkonsumsi makanan berlemak dan bersantan, menyebabkan peristaltik usus meningkat dan terjadi gangguan penyerapan cairan dalam sistem pencernaan yang menyebabkan terkena diare.

Sedangkan radang tenggorokan disebabkan mengkonsumsi makanan yang berminyak, minuman dengan  perasa dan pewarna. Jadinya mudah sekali iritasi pada saluran pencernaan.

Kemungkinan buruk yang bisa terjadi dari kelanjutan diare yang tidak teratasi, dapat menyebabkan dehidrasi. Dan, radang tenggorokan yang tidak teratasi dapat terjadi infeksi.

Langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika terkena diare, dapat membuat LGG (Larutan Gula Garam), langkahnya :

  1. siapkan 1 gelas air putih matang
  2. tambahkan 1 sdm gula dan seujung sendok teh garam
  3. lalu diminum

Sedangkan untuk radang tenggorokan dianjurkan untuk minum air putih hangat 8-10 gelas/hari.

Bagi orang yang sebelumnya sudah menderita penyakit diabetes mellitus atau kencing manis, hiperkolesterol akan kambuh jika makannya tidak dijaga. Golongan yang rentan terkena penyakit terutama balita dan bayi, karena daya tahan tubuhnya lebih rendah dari orang dewasa.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena penyakit tersebut, dengan pola makan menu seimbang 4 sehat 5 sempurna, kurangi mengkonsumsi makanan berlemak atau berminyak dan minuman dengan pemanis, juga pewarna.

Baca Juga :  Prediksikan Lokasi Gempa, Mahasiswa Telkom Purwokerto Juara III Nasional

Hal tersebut juga ditambah dengan memperbanyak makan buah-buahan, sayuran dan minum air putih 8-10 gelas/hari.

Pengetahuan tentang menjaga kesehatan sehari-hari memang sangat penting bagi masyarakat. Harapannya  masyarakat tahu cara mencegah terjadinya suatu penyakit.

Edukasi mengenai kesehatan masyarakat dapat ditempuh dengan pemberian edukasi, baik secara langsung oleh kalangan intelektual di bidang kesehatan, atau bisa melalui mahasiswa ilmu kesehatan saat terjun praktek di masyarakat. (*)

 

 

 

*Dr. Heni Setyowati E, R, S.Kp., M.Kes

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah

Kepala LP3M (Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat) UM Magelang 

Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisiyah Kabupaten Magelang 

 

Apa Tanggapan Anda ?