Nasional

UNBK SMP Ada 86 Kasus Laporan, Terbukti Melanggar Diberi Nilai Nol

JAKARTA – Sepanjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sederajat di tahun 2019 ada 86 laporan yang masuk ke Pos Pengadua Inspektur Jenderel (Irje) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tetapi setelah ditelusuri hanya 55 kasus yang dapat ditindaklanjuti.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin menyatakan dari 55 kasus ini terbagi dua. Ada tiga siswa melanggar pada dua mata pelajaran sekaligus.

“Dan ada 52 siswa melanggar pada satu mata pelajaran," tutur Irjen dilansir dari kemdikbud.go.id.

Lalu pihaknya merekomendasikan sanksi sesuai aturan yang berlaku dan bobot kesalahannya. Selain kepada siswa, sanksi juga akan diberikan kepada pengawas, proktor, dan kepala sekolah penyelenggara ujian nasional yang ditemukan praktik kecurangan.

“Dan untuk pertama kalinya, Kemendikbud memberikan nilai nol bagi peserta didik yang terbukti melakukan pelanggaran,” tandasnya.

Laporan yang masuk tersebut mendapat tanggapan dari Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, mengatakan Kemendikbud perlu melakukan evaluasi intensif dengan mitra pengawasan seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Ombudsman dan lembaga lain.

"Tidak hanya menemukan dan menampung data kecurangan tapi harus mencari solusinya," ujarnya dilansir dari sindonews.com.

Dalam laporan Kemendikbud, selama UNBK 2019 ada 86 laporan, meningkat dari UNBK 2018 sebanyak 57 laporan.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kemendikbud melalui dinas pendidikan mempersiapkan guru mengenai materi-materi UNBK. Agar materi tersebut dapat disampaikan dengan baik kepada siswa-siswi.

Ia mengatakan, Kemendikbud agar meningkatkan integritas terhadap guru. Di antaranya, bisa sosialisasi ataupun, sehingga dapat mengurangi dan mencegah pelanggaran.

"Mendorong Kemendikbud untuk memastikan pengawas UNBK memiliki integritas, disiplin, dan kejujuran yang tinggi dalam melaksanakan SOP UNBK, sehingga UNBK SMP/MTs akan berjalan dengan tertib dan lancar," tuturnya dilansir dari tirto.id.

Bamsoet, panggilan akrabnya, juga mengatakan, agar Kemenristekdikti bersama Kemendikbud untuk menanamkan integritas kepada mahasiswa bidang profesi guru.

"Mengimbau kepada siswa-siswi untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mengedepankan kejujuran dan percaya pada kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan soal,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?