Nasional

Segera Hadir di Yogyakarta, Basket Akademi Berstandar Internasional bagi Pelajar

YOGYAKARTA - Ini kabar baik untuk para pelajar pecinta basket ball di Yogyakarta. Honda Developmental Basketball League (DBL) DBL Academy akan membuka kelas baru di Yogyakarta.

Rencananya DBL hendak mengambil lokasi di Jalan Magelang 165, KM 5. Area akademi basket pertama di Yogyakarta yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi itu, memiliki dua lapangan indoor berstandar internasional. Secara keseluruhan, dua lapangan di DBL Academy Yogyakarta ini bisa menampung sebanyak 600 siswa.

Founder dan CEO DBL Indonesia Azrul Ananda menyebutkan bahwa, perkembangan bola basket di Yogyakarta mendorong perusahaan kreatif besutannya ini terus berekspansi di Kota Gudeg.

"Pada kuartal terakhir 2019 ini, kami akan menghadirkan DBL Academy untuk masyarakat Yogyakarta. Sebuah akademi yang tidak hanya mendidik anak muda untuk berolahraga basket. Tapi juga menanamkan tentang pembangunan karakter, serta pemahaman kebutuhan kesehatan,” katanya.

DBL Academy menyasar anak-anak usia 5-15 tahun. Tidak hanya mereka yang ingin menjadi atlet basket.

“Kami juga menggunakan kurikulum internasional yang dibuat oleh pelatih-pelatih dari World Basketball Academy, Australia. Serta dilengkapi fasilitas berkualitas,” jelas Azrul.

Ia mengaku sangat serius dalam menyiapkan kurikulum dengan tujuan agar proses belajar anak bisa menjadi lebih fun melalui olahraga. Selain kurikulum teknis basket, mereka juga kuat di pembentukan karakter serta pemahaman nutrisi.

"Sehingga anak bisa memiliki mental dan fisik pemimpin masa depan,” ujar Azrul.

Sebelumnya, DBL Academy telah sukses mendirikan dua fasiltas di Surabaya, Jawa Timur yakni di Graha Pena (sejak tahun 2016), dan Pakuwon Mall (September 2018).

Sementara itu, rencana membuka kelas baru ini mendapat tanggapan positif dari Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X. Ia sangat mengapresiasi andil DBL Indonesia dalam mengembangkan prestasi olahraga basket di wilayahnya.

Melalui liga basket pelajar terbesar di tanah air, DBL konsisten selama 11 tahun lebih. Sejak 2008 hingga sekarang. Ditambah, dalam waktu dekat ini, sekitar awal September,  akan dibuka DBL Academy Yogyakarta, sekolah basket dengan fasilitas terbaik dan kurikulum internasional.

“Sudah banyak yang mengenal Yogyakarta sebagai kota pelajar. Saya sangat senang ketika banyak pihak ikut memikirkan pengembangan pelajar di Yogyakarta," jelas dia.

Termasuk diantaranya DBL Indonesia yang menggunakan olahraga basket sebagai wadah untuk membentuk pemimpin penerus bangsa. Ia berharap makin banyak kompetisi agar makin banyak pemain basket nasional lahir di Yogyakarta.

Pria yang juga Raja Keraton Yogyakarta ini antusias mendengar pemaparan berkaitan dengan akan dibukanya  DBL Academy di Yogyakarta. Sri Sultan menerima langsung kunjungan CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda, di Yogyakarta, Senin (27/5/2019).

”Kegiatan anak-anak yang aktif seperti DBL Academy akan jauh lebih terlihat dampaknya. Orang tua harus memahami ini karena sangat positif bagi perkembangan anak, jadi pendukung selain sekolah,” urainya.

Sri Sultan berharap semua pihak dapat membangun olahraga dengan proses yang serba terencana dan terukur. Tidak serba instan. Atau apalagi dengan menghalalkan segala cara.

”Kecenderungan sekarang banyak yang tidak lagi peduli pada proses, melainkan transaksionalnya,” tuturnya.

Secara khusus, Sri Sultan memuji kiprah DBL Indonesia yang telah secara konsisten menggelar kompetisi basket selama 11 tahun terakhir. Apalagi, konsistensi itu mulai menunjukkan hasil menggembirakan.

Adapun, Aimee Tampu Francienne adalah salah satu bukti bahwa Yogyakarta tak pernah berhenti melahirkan talenta berbakat bagi kemajuan basket Indonesia. Siswi SMAN 4 Yogyakarta ini berhasil menembus skuad elite Honda DBL Indonesia All-Star 2018.

Bersama student-athlete pilihan yang diseleksi dari liga basket pelajar terbesar di Indonesia (Honda DBL), dia ikut menjalani latihan level advance, serta berlaga pada turnamen bergengsi di Los Angeles, Amerika Serikat, Februari lalu. Selain dia, juga masih ada atlet pelajar lain yang berproses di academy basket ball. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?