Tiap hari Rabu, mahasiswa UNAIR memakai pakaian batik. (foto: unair.ac.id)

Daerah Kegiatan

Program Butik Dorong Mahasiswa Unair Bangga Pakai Batik


SURABAYA – Batik merupakan salah satu warisan budaya dunia asli karya bangsa Indonesia. Kita patut bangga sebagai warga Indonesia mempunyai warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia internasional.

Terlebih sejak 2009, batik secara resmi menjadi bagian dari daftar representatif UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Hal tersebut membuat seluruh elemen bangsa Indonesia harus dapat memaknai dan melestarikan ikon budaya dunia itu serta mengetahui aspek-aspek tradisi batik yang perlu dilindungi.

Hal itulah yang melatarbelakangi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) merilis program kerja (proker) bertajuk Butik (Rabu Berbatik). Proker tersebut telah dirilis sejak dua tahun yang lalu melalui program departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BEM FKM Unair.

Dilansir unair.ac.id, Ketua BEM FKM Unair periode 2019-2020 Muhammad Baharudin Wisudawan menyampaikan Butik sudah cukup mendapat respons yang baik dari mahasiswa FKM Unair. Meski hanya diterapkan rutin setiap Rabu, esensi dari Butik diharapkan dapat tertanam dalam diri seluruh mahasiswa.

”Butik itu sebuah kegiatan yang dilakukan untuk membiasakan teman-teman dalam membudayakan berbaju batik. Dengan pelaksanaan setiap hari Rabu dan sasarannya seluruh mahasiswa FKM Unair. Sampai saat ini belum semuanya menerapkan, namun teman-teman mulai tergerak dan membiasakan. Responnyapun juga sudah lumayan tinggi,” ungkap Baharudin.

Esensi Butik itu adalah untuk melestarikan budaya berbusana batik, menanamkan kecintaan terhadap budaya batik. Lalu senantiasa membiasakan penggunaan batik. Termasuk memperkenalkan batik, baik di lingkungan kampus maupun luar kampus. Diharapkan, ke depan esensi tersebut dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas, bukan hanya mahasiswa FKM.

Selain itu, Baharudin menyampaikan bahwa sangat penting mempertahankan sustainability mahasiswa dalam pelaksanaan program untuk meningkatkan minat dan menghindari dari rasa bosan. Dia juga merencanakan kegiatan seperti challange batik, baik berupa foto maupun video. Hal ini untuk menarik minat mahasiswa dalam menyukseskan program tersebut.

Baca Juga :  Azrohal Hasan Wakili Indonesia di Regional Leader Forum 2018

Sustainability harus dijaga untuk dapat dilaksanakan setiap hari Rabu. Terutama ketika teman-teman mulai bosan dengan keadaan,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam menyukseskan program itu, BEM FKM Unair telah melakukan beberapa usaha. Yakni, selalu mempromosikan program Butik melalui media sosial mereka dan mewajibkan badan pengurus harian (BPH) BEM FKM Unair untuk memakai busana batik setiap Rabu. Dengan antusias partisipasi mahasiswa, diharapkan program tersebut dapat terus berkembang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?