Nasional Tokoh

Persiapan Matang, Cece Juarai OGN 2019

Siedoo, Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Cece Sutia berhasil meraih juara pertama dalam Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019. Cece menjadi guru terbaik di bidang mata pelajaran Biologi, mengungguli 14 peserta lain dari berbagai provinsi di Indonesia.

Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta.

Cece menjelaskan, ada lima aspek penilaian dalam OGN tahun ini. Yakni, penguasaan teori, praktik mengajar, pedagogis, karya tulis, dan lokakarya.

“Untuk penilaian, saya kira merata. Harus unggul di setiap bidang. Jadi, saat kemarin meski ada satu bidang yang kurang, saya terus berusaha dan memaksimalkan di bidang lainnya,” ujarnya diwartakan disdik.jabarprov.go.id.

Cece menyatakan, dirinya sangat bersyukur atas prestasi yang ia raih. Hal tersebut berkat persiapan matang yang ia lakukan serta dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Jabar).

“Dinas Pendidikan Provinsi sangat memfasilitasi, kita jadi memiliki banyak waktu untuk persiapan dan pemantapan,” ujarnya.

Menurut guru kelahiran 2 Oktober 1984 tersebut, ini adalah kali kedua dirinya meraih prestasi di ajang OGN, sebelumnya pada 2013 lalu. Ia pun berpesan kepada seluruh guru yang ada di Jabar agar terus berinovasi dan mengembangkan diri, juga tidak merasa minder jika berasal dari daerah.

“Tugas guru itu sama. Jadi, tak ada perbedaan dengan yang di kota dan di desa. Dengan kemajuan teknologi, saya rasa semua guru mampu berkembang tanpa mengenal umur atau daerah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Parongpong, Maart Arifin Djamhur Setiawan Sobana mengapresiasi prestasi yang diraih Cece. Ia berharap, prestasi yang ditorehkan mampu memicu guru lain untuk meraih prestasi serupa.

“Prestasi yang diraih harus mendorong guru lain untuk ikut berprestasi,” ucapnya.

Arifin menjelaskan, di era revolusi industri saat ini, guru tetap berperan vital dalam proses pembangunan pendidikan, tepatnya dalam proses pendidikan karakter. Sehingga, semakin banyak guru yang berprestasi, semakin baik pula kualitas tenaga pengajar sebagai sumber teladan bagi siswa.

“Bahan ajar mungkin bisa didapatkan di mana saja, namun pendidikan karakter hanya bisa didapatkan dari guru. Ini yang menjadi fokus utama saat ini,” tandasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?