SMA Mutual Kota Magelang

Enam dari tujuh putra-putri Papua lulusan Universitas Corban, Oregon, AS. (foto: Courtesy Gubernur Papua Lukas Enembe/VOA)

Internasional

Membanggakan, Tujuh Putra-Putri Papua Lulus Universitas di Amerika Serikat


WASHINGTON DC – Rasa bangga melingkupi hati Gubernur Papua Lukas Enembe. Pasalnya tujuh putra-putri terbaik Papua lulus dari Universitas Corban, Oregon, Amerika Serikat. Bahkan seorang di antaranya lulus dengan predikat magna cum laude.

Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istri datang langsung untuk menyaksikan saat membanggakan itu. Selebrasi dilanjutkan dengan upacara tradisional bakar batu sebagai ungkapan rasa syukur.

“Saya datang bersama ibu dan beberapa pejabat Papua untuk menyaksikan langsung wisuda tujuh mahasiswa Papua di universitas ini. Saya bangga sekali pada mereka,” ujar Lukas dikutip voaindonesia.com.

Sedangkan yang lulus dengan predikat magna cum laude adalah Sherina Fernanda Msen, mahasiswi jurusan akuntansi, kepemimpinan dan manajemen. Sherina bahkan dianugerahi Top Accounting Student oleh Oregon Society of Certified Public Accountants (OSCPA).

Sherina tidak menyangka lulus dengan magna cum laude. Dia memang punya passion pada angka-angka, matematika dan problem solving, karena itu memilih akuntansi dan manajemen.

“Tapi tidak sangka dapat predikat terbaik. Saya awalnya memilih jurusan ini karena akuntansi dan manajemen mempunyai peluang besar dalam karir. Setiap perusahaan membutuhkan sistem keuangan yang baik kan?” ungkap Sherina.

Biaya Dana Otonomi Khusus

Tujuh mahasiswa tersebut adalah bagian dari puluhan remaja Papua yang dikirim untuk belajar ke negara bagian Oregon dengan menggunakan dana otonomi khusus. Gubernur Lukas mengatakan yang kemarin lulus itu adalah rombongan yang pertama dikirim dari Papua tahun 2014.

Mereka ini dikirim dengan dana otonomi khusus karena saya rasa perlu anak-anak kita belajar ke mana saja, ke dalam dan luar negeri. Sebagian dikirim ke luar negeri karena belum banyak anak Papua mengenyam kesempatan pendidikan di luar negeri.

Baca Juga :  Dosen Universitas Hawaii Berbicara tentang Globalisasi di Unnes

“Mengapa di Jawa bisa ada banyak anak dikirim ke luar negeri jadi dokter dan sebagainya, tapi Papua tidak? Itulah sebabnya saya ingin mereka belajar ke luar negeri,” papar Lukas.

Lukas menambahkan, sejak program mengirim putra-putri Papua ke luar negeri ini dimulai tahun 2014, sudah sekitar 500 orang belajar di berbagai Negara. Tercatat sebagian besar di Amerika Serikat.

“Tiga ratus enam puluh mahasiswa kita belajar di Amerika. Kami kirim belajar di berbagai kampus, di 23 negara bagian,” imbuh Lukas.

Tak Diharuskan Pulang

Lebih jauh Lukas Enembe mengatakan ia tidak mensyaratkan mereka yang sudah lulus ini untuk kembali ke Papua. Karena menurutnya mengharumkan nama Indonesia dan Papua dapat dilakukan di mana saja.

Ditegaskan Lukas, pemerintah tidak mengharuskan mereka kembali untuk mengabdi. Mereka boleh mengabdi di mana saja di seluruh dunia asal tetap menjadi warga negara Indonesia, warga asli Papua. Tentu saja mereka bisa kembali untuk membangun Papua, tetapi kami tidak mengharuskan.

“Bagi kami, mereka bisa mengharumkan nama Papua, nama Indonesia di mana saja. Jangan terpaku harus ada di Papua saja. Mereka yang tidak pulang pun tidak kami haruskan mengembalikan uang kuliah selama ini,” tandas Lukas Enembe. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?