Komandan Koramil 11 Mertoyudan Kodim 0705/Magelang Kapten Arm Mashudi Pitoyo saat menjadi pembina upacara di SMP Negeri 2 Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia berpesan kepada siswa bahwa nasionalisme harus ditanamkan sejak dini.

Daerah

Semua, Punya Tanggungjawab Mendidik Generasi Muda


MAGELANG – Wawasan kebangsaan Indonesia menjadikan bangsa yang tidak dapat mengisolasi diri dari bangsa lain, yang menjiwai semangat bangsa bahari yang terimplementasikan menjadi wawasan nusantara. Bahwa wilayah laut Indonesia adalah bagian dari wilayah negara kepulauan yang diakui dunia. Wawasan kebangsaan merupakan pandangan yang menyatakan negara Indonesia merupakan satu kesatuan dipandang dari semua aspek.

“Yaitu sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mendayagunakan konstelasi Indonesia, sejarah dan kondisi sosial budaya. Itu untuk mengejawantahkan semua dorongan dan rangsangan dalam usaha mencapai perwujudan aspirasi bangsa dan tujuan nasional yang mencakup kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, ekonomi, kesatuan pertahanan keamanan,” jelas Komandan Koramil 11 Mertoyudan Kodim 0705/Magelang Kapten Arm Mashudi Pitoyo saat menjadi pembina upacara di SMP Negeri 2 Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Danramil, dengan dinamika sekarang ini, maka semua pihak tentunya mempunyai tanggungjawab dalam mendidik, mengarahkan, menanamkan dan menjaga moralitas generasi muda. Itu guna menjadi generasi yang berkarakter, berbudipekerti dan berwawasan nasional yang bisa diandalkan.

Kapten Arm M Pitoyo mengatakan, perlunya penanaman secara dini tentang kedisiplinan, etika dan kepribadian bagi generasi muda. Hal itu dikarenakan bahwa kondisi saat ini sudah jauh berbeda dengan dekade yang lalu. Derasnya pengaruh globalisasi, bukan mustahil akan memporak porandakan adat budaya yang menjadi jati diri sebagai suatu bangsa dan akan melemahkan paham nasionalisme.

Paham nasionalisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa loyalitas tertinggi terhadap masalah duniawi, dari setiap warga bangsa ditunjukkan kepada negara dan bangsa. Meskipun dalam awal pertumbuhan nasionalisme diwarnai oleh slogan yang sangat terkenal. Yaitu, liberty, equality, fraternality, yang merupakan pangkal tolak nasionalisme yang demokratis.

“Namun dalam perkembangannya nasionalisme pada setiap bangsa sangat diwarnai nilai-nilai dasar yang berkembang dalam masyarakatnya masing-masing. Sehingga, memberikan ciri khas bagi masing-masing bangsa,” jelas dia.

Koramil Mertoyudan merasa ikut bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di wilayahnya. Dengan dasar itulah Koramil Mertoyudan secara terjadwal ikut memberikan dan menanamkan moral yang sesuai dengan Pancasila terhadap siswa – siswa yang ada di wilayah Mertoyudan.

Sementara Kepala SMP Negeri 2 Mertoyudan Cipto Jati Kusumo S.Pd mengapresiasi langkah – langkah yang diambil Komandan Koramil Mertoyudan dalam menanamkan dan menjaga moralitas generasi muda. Selain itu, ia berharap pada waktu yang akan datang, Danramil bisa masuk kelas dengan memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan moralitas guna menuju generasi yang nasionalis.

“Dilain waktu, saya minta Danramil bisa masuk kelas dan memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara dan kedisiplinan terhadap siswa,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?