Daerah

Pidato 4 Bahasa Tiap Hari, Upaya Dongkrak Prestasi

MAGELANG - Proses pengembangan mutu pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya harus didukung oleh cara belajar siswa yang tepat di lembaga pendidikan. Hal terserbut dapat diwujudkan salah satunya dengan pengasahan keterampilan berpidato atau bisa dikategorikan dalam public speaking. Kemampuan public speaking dapat mendongkrak pengetahuan dan prestasi akademik siswa.

Cara tersebut dipraktekkan oleh SMP IT INSAN KAMIL Magelang, Jawa Tengah yang berlokasi di jalan KH. Ridwan KM 03 Pucungsari, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Ekstrakurikuler pidato adalah satu kurikulum di sekolah yang baru saja berdiri pada 2018 lalu.

“Ektrakurikuler pidato dijadwalkan seminggu 1 kali di dalam kelas, namun prakteknya dilakukan setiap hari setelah sholat dzuhur berjamaah. Siswa yang mendapat giliran akan berpidato di depan teman-temannya dan para guru," tutur Desty Prasetyaningtyas, S.Pd.I, Koordinator Ektrakurikuler SMP IT INSAN KAMIL Magelang

Alasan kegiatan tersebut dilakukan setiap hari, agar siswa terbiasa dan melatih kepercayaan diri dan mengkader mereka berbicara di depan umum. Tentunya selalu mendapatkan motivasi dan bimbingan rutin oleh guru.

Dijelaskan pula bahwa ektrakurikuler pidato mencakup 4 bahasa yaitu, Bahasa Indonesia, Inggris, Jawa dan Arab. Sebagai awalan, sekolah terlebih dulu mendidik siswa berpidato dalam Bahasa Indonesia.

"Kemudian merambat ke bahasa yang lain," terang sosok yang juga pengampu pidato 4 bahasa tersebut.

Tema yang diberikan kepada siswa sebelum berpidato juga bervariatif, namun sebagian besar yang mengarah ke bidang religi. Siswa juga diperbolehkan untuk memunculkan tema sendiri seperti teknologi. Namun, tetap mengarah kepada hal yang berkaitan dengan dakwah agama.

"Dari guru memberikan tema dan siswa boleh mengembangkan tema lain. Namun saat siswa berpidato tidak boleh menggunakan teks. Saya tidak ingin siswa bergantung pada teks," tegasnya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa. Meskipun hanya menggunakan bahasa yang sederhana, setidaknya siswa bisa belajar percaya diri. Yaitu, untuk berbicara di depan umum dan menjadi tantangan siswa untuk sebelumnya belajar dan menguasai hal yang akan disampaikannya saat berpidato.

Desty Prasetyaningtyas, S.Pd.I, Pengampu Pidato 4 Bahasa, koordinator ekstrakurikuler, guru bahasa arab menambahkan, setiap 1 bulan sekali ada pertemuan orang tua/tasqif, siswa berpidato tampil di depan mereka. Selain itu, ada MSQ (Musabaqah syarhil Qur’an), pidato yang menjabarkan ayat Al Qur’an yang dipraktekkan oleh 3 siswa, 1 siswa membaca ayat, 1 siswa membaca terjemahan dan 1 siswa yang menjabarkan.

Selain itu SMP IT INSAN KAMIL Magelang merupakan kategori boarding school, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Manajemen Silaturahim dan Yayasan Qalbun Salim Magelang. Jumlah murid 42, putra 28 dan putri 14 sebagai angkatan pertama.

Meskipun dibilang baru, namun sebagai langkah awal para siswa sudah mendapatkan  juara 1 siswa putri  tingkat Kecamatan Kajoran Tilawah Hifdzil Quran, Tilawah putri juara 2, tartil putra juara 1, tartil putri juara 2 pada april 2019. Juara 3 menaksir untuk siswa putra dan juara roket air 3 putri  dalam kegiatan pramuka lomba antar penggalang se-Kabupaten Magelang pada Februari 2019 silam.

"Kami berbasis boarding school, jadi satu dengan kegiatan Pondok Pesantren Al-Faruq, kami juga menyantuni siswa yatim. Jika ada murid 40 maka ada kesempatan bagi 4 siswa yatim bisa sekolah tanpa biaya sampai lulus. Kami berkomitmen untuk membantu siswa yatim dengan kuota minimal 10% dari jumlah siswa yang ada," ujar Ima Budi Setyowati, S. Pd.Si, Waka Kurikulum SMP IT INSAN KAMIL Magelang. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?