Nasional

Tiga Fokus di Sektor Pendidikan dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan peta jalan pembangunan manusia. Ada tiga fokus pembangunan manusia di sektor pendidikan guna mewujudkan hal tersebut.

1. Jenjang Prasekolah

Di jenjang prasekolah atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Saat ini dibantu Kementerian Desa (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), Pemerintah membangun PAUD di desa-desa.

“Sudah ada sekitar 140 ribu PAUD untuk mendidik anak-anak kita sejak dini," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam siaran persnya.

Dinyatakan, tahun lalu, Kemendikbud mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar 4 triliun untuk bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) PAUD. Tahun ini naik menjadi Rp 6 triliun.

2. Jenjang Pendidikan Dasar

Pada jenjang pendidikan dasar, Kemendikbud menggulirkan penguatan pendidikan karakter. Dinyarakan Muhadjir, karakter itu ibarat fondasi. Kalau fondasinya kuat, maka setinggi apapun bangunan itu, akan berdiri kokoh.

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, terampil, dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter yang baik, akhlakul karimah," terang Mendikbud.

Dinyatakan, sekarang ini dasarnya sudah jelas. PP Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

3. Jenjang Pendidikan Menengah

Pada jenjang pendidikan menengah, pemerintah terus berupaya menyiapkan keterampilan dan kecakapan hidup generasi mendatang. Keterampilan dan kecakapan mental untuk menghadapi dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

"Karena infrastruktur sudah terbangun dengan baik, maka tenaga yang cakap dan terampil diperlukan untuk mengisi lapangan kerja yang terbuka sebagai dampak pembangunan fisik itu," ungkap Mendikbud.

Jika sebelumnya Pemerintah giat membangun infrastruktur fisik, dijelaskan Mendikbud, bahwa infrastruktur merupakan prasyarat pembangunan. Saat ini, fokus Pemerintah adalah pembangunan manusia.

"Hakikat pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya. Tanpa pembangunan manusia, maka tidak ada pembangunan," katanya.

Dijelaskan, pembangunan manusia merupakan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Bukan hanya tugas Kemendikbud atau kementerian dan lembaga di tingkat pusat saja.

“Namun juga diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, antarlembaga, juga masyarakat,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?