Tokoh

Ingin Kurangi Sampah Kimia, Siswa SMAN 3 Bandung Ciptakan Tisu Organik

Siedoo, Berawal dari keinginan mereka mengurangi sampah produk berbahan kimia, muncul ide kreatif siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Bandung, Jawa Barat membuat tisu organik. Hingga akhirnya ide tersebut mereka tuangkan dalam Pekan Ilmiah VIII 2019 yang diselenggarakan sekolah setiap tahun.

Ratna Nur Alifya Taufik bersama tiga siswa lainnya, Nur’adilah Firdaus, Hasya Arwa Ainayya, dan Shofi Afghania Usamah mencoba membuat tisu dari daun pisang dan beringin. Alasannya karena dedaunan tersebut mudah ditemukan di lingkungan sekolah dan rumah.

“Awalnya ingin memanfaatkan sampah-sampah yang tak digunakan di lingkungan sekitar. Selain itu, kami juga ingin membuat produk ramah lingkungan yang tidak memakai bahan kimia. Dan tisu organik ini sama sekali tak tercampur bahan kimia,” ujar Ratna di laman disdik.jabarprov.go.id.

Ratna menjelaskan proses pembuatan tisu organik ini terbilang sederhana. Tahap pertama adalah mengumpulkan daun pisang dan beringin. Kemudian dicuci bersih menggunakan air hujan sebagai pengganti aquades. Lalu, dikeringkan di bawah sinar matahari selama satu hari.

“Setelah itu, semua daun direbus menggunakan air dan minyak kelapa. Minyak kelapa ini berfungsi memisahkan littin dari selulousa karena yang kita butuhkan hanya selulousa daun. Bila sudah dipisahkan, kita hancurkan menggunakan blender bersama biji kelor sebagai pengganti klorin yang berfungsi memutihkan dan bengkoang agar kertas tisu yang dihasilkan lembut,” jelasnya.

Ratna menuturkan, penelitian ini menghasilkan tisu yang berasal daun pisang lebih tipis, lembut, lentur serta kuat, tetapi kurang menyerap air. Sedangkan memakai daun beringin lebih kasar, kaku, tebal, tapi mampu menyerap air lebih banyak.

“Sampai saat ini kami masih menemui kendala mencari bahan penelitian. Seperti biji kelor dan zat anti-air alami yang sampai hari ini masih belum bisa kami temui. Makanya kami tidak memakai zat anti-air,” tutur Ratna. (*)

Apa Tanggapan Anda ?