Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT

Daerah

UM Magelang Buka Prodi Baru Psikologi   


MAGELANG – Universitas Muhammadiyah (UM)  Magelang kembali akan membuka program studi baru. Kampus ini mendapat kepercayaan untuk membuka Program Studi Sarjana (S1) Program Psikologi. Kebijakan tersebut sesuai surat keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bernomor 362/KPT/I/2016.

“Dengan terbitnya SK Menristek Dikti tersebut maka UM Magelang wajib mengajukan akreditasi ulang terhadap  Prodi S1 Psikologi,” kata Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT kemarin.

Sebagai perguruan tinggi swasta yang semakin diminati, UM Magelang terus melakukan perbaikan dan peningkatan. Seperti dibidang akademik maupun non akademik. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pengembangan program studi baru.

Surat keputusan soal prodi baru psikologi ini  diserahkan langsung Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof DYP Sugiharto ke Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Magelang Drs Muljono MM. Rektor UM Magelang menyaksikan langsung penyerahan itu di Kantor Kopertis VI Semarang.

Rektor menyatakan, pembukaan Program Studi Psikologi Program Sarjana dinyatakan memenuhi persayaratan minimum akreditasi. Pengajuan ini diselenggarakan  Persyarikatan Muhammadiyah di Yogyakarta sesuai SK bernomor 362/KPT/I/2016. UM Magelang dinilai memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Selain itu kami juga melaporkan hasil penyelenggaraan prodi paling lambat satu bulan setelah akhir setiap semester kepada Menristek Dikti,” jelasnya.

Turunnya SK baru prodi psikologi ini menunjukkan  bahwa, pada tahun ini UM Magelang mendapatkan tiga SK pendirian prodi baru. Yakni, S1 Farmasi, S2 MPI, dan S1 Psikologi. Dengan demikian, UM Magelang kini memiliki 20 prodi.  Jumlah itu terdiri dari 1 program Pasca Sarjana (S2), 14 prodi Sarjana (S1), 4 prodi  Ahli Madya (D3), dan 1 prodi Profesi yakni Profesi Ners.

“Dari 20 prodi, 16  diantaranya telah terakreditasi B,” kata rektor.

 

Apa Tanggapan Anda ?