Sanggar Tari Arum Sari melaksanakan ujian tari di Mall untuk melatih mental. Sebanyak 60 siswa sanggar tari menunjukkan penampilannya masing-masing.

Daerah

Ikuti Ujian Tari untuk Latih Mental Anak


MAGELANG – Lenggak lenggok badan anak-anak saat menari, menarik perhatian pengunjung mall. Puluhan bahkan hingga ratusan pasang mata melirik para anak-anak sedang mengikuti ujian menari. Para penari anak-anak ini tengah mengikuti ujian tari yang diselenggarakan Sanggar Tari Arum Sari di Atrium Artos Mall, Magelang, Jateng pada Minggu (27/8/2017).

Pada kesempatan ini, sebanyak 60 siswa Sanggar Tari Arum Sari menunjukkan kebolehannya dalam menari. Teradapat dua kategori yang diujikan, yaitu tari sluku-sluku batok untuk kelompk anak-anak. Serta tari pendet untuk kelompok remaja hingga dewasa.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Arum Sari, Pemilik Sanggar Tari Arum Sari.

Acara bertajuk Menari Untuk Indonesia ini menampilkan tari-tarian daerah. Pagelaran ini berlangsung ramai dan meriah. Juri yang dihadirkan dalam ujian merupakan praktisi seni tari dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan juga ISI (Institut Seni Indonesia).

“Dengan menggelar acara di tempat umum, diharapkan dapat melatih mental dan keberanian siswa untuk menunjukkan kemampuannya dalam menari,” jelasnya.

Tak hanya ujikan tari, Sanggar Tari Arum Sari juga menggelar lomba membatik dengan sapu tangan. Lomba ini terbuka untuk anak-anak (3-10 tahun). Dengan adanya lomba membatik, diharapkan dapat memberi edukasi, bagi peserta maupun pengunjung Artos Mall.

“Tema kali ini kan Menari untuk Indonesia. Jadi dengan adanya lomba membatik bisa memperkenalkan salah satu kekayaan Indonesia,” kata Arum Sari.

Public Relation Artos Mall Dian Indri menjelaskan bahwa, kegiatan ini bukan yang pertama kalinya diadakan di Artos Mall. Antara Artos Mall dan Sanggar Tari Arum Sari sudah menjalin kerjasama cukup lama.

Sementara, penampilan para siswa ini mendapat apresiasi dari pengunjung. Dilla Anggi (18 tahun) wagra Borobudur mengaku suka dengan kegiatan ini. Menurutnya, acara tersebut mampu menghibur pengunjung.

“Lucu sekali melihat anak-anak kecil menampilkan tari sluku-sluku batok. Meskipun masih kecil, tapi mereka sudah berani tampil di depan umum,” ujar Dilla.

Apa Tanggapan Anda ?