SMA Mutual Kota Magelang

Bersosial media di era disrupsi. UM Magelang, Jawa Tengah menggelar Stadium General Society and Social Media in Disruption Era, di Kampus UM Magelang,(13/4/2019). foto : Siedoo

Daerah

Kegelisahan di Era Disrupsi Menjadi Perhatian UM Magelang


MAGELANG – Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) Jawa Tengah mengadakan Stadium General Society and Social Media in Disruption Era, Sabtu (13/4/2019). Kegiatan dalam rangka meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam bidang akademik dan juga mengasah kemampuan softskill mahasiswa tersebut mengangkat  tema “Society and Social Media for Mental Health” di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Kampus 2 UM Magelang.

Kegiatan ini digelar tidak lepas dari kondisi, pola interaksi masyarakat di era disrupsi menjadi kegelisahan tersendiri bagi sebagian manusia. Salah satu ciri pada era disrupsi adalah penggunaan sosial media yang semakin masif dan menimbulkan dampak positif dan juga negatif.

Dua pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut Agus Mulyadi, Pemimpin Redaksi Mojok dan Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D, dosen Fakultas Psikologi UAD. Dalam pemaparannya Agus banyak menjelaskan pengalamannya menulis hingga mampu menjadi pemimpin redaksi Mojok, salah satu media online di Indonesia.

“Menulis itu bisa dimulai dari peristiwa keseharian yang kita alami. Menulis itu soal kebiasaan. Sosial media (sosmed) saat ini sangat menguntungkan, bisa untuk diskusi, bisa juga mencari nafkah. Dan jangan suka unfriend orang yang berbeda pandangan dengan kita, jangan gunakan facebook atau sosmed sebagai curhatan. Follow-lah sebanyak-banyaknya teman,” kata Agus.

Pemateri kedua disampaikan oleh Dra. Elli Nur Hayati, MPH., Ph.D, yang menyampaikan tentang masyarakat dan sosial media di era disrupsi. Menurut dia, kualitas mental yang diperlukan untuk bertahan dalam era disrupsi adalah memiliki nilai-nilai (value) dan believing.

Artinya, individu harus memegang nilai dan prinsip agama agar tidak disorientasi dalam membuat langkah ke masa depan. “Kedua problem solving yaitu skill atau kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi dengan cara positif dan konstruktif, mau berkreasi dan berinovasi, berpikir secara kritis, kerjasama, peduli terhadap sesama,” jelas Elli.

Baca Juga :  Hadapi Revolusi Industri 4.0, Dosen Dituntut Kuasai Metode E-Learning

Kegiatan yang diikuti 150 mahasiswa berlangsung secara interaktif antara pemateri dan peserta.  Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

“Acara ini kami gagas karena adanya penggunaan sosial media yang semakin masif di masyarakat. Tentu ini ada banyak sisi positif dan negatif. Melalui 2 narasumber yang dihadirkan diharapkan kita dapat menyikapi kedua hal tersebut dengan baik,” jelas Ketua Panitia, Dwi Susanti, SI.Kom., MA.

Hadir untuk membuka acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FPH UMMagelang, Dr. Purwati, MS., Kons. Dalam sambutannya Purwati mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Tema yang diangkat sangat luar biasa, saya harap usai acara ini ada manfaat yang bisa kita ambil, terutama anak muda yang lahir di era Y,” ujarnya.

Menurut dia, perlu diketahui bahwa saat ini berada di era distrupsion yang perlu direspon dengan positif dengan nilai-nilai ketimuran. Jangan sampai justru penggunaan sosial media dapat merugikan diri sendiri ataupun masyarakat lain, sehingga terkena jerat hukum.

“Semoga materi yamg disampaikan dapat diserap, diinternalisasikan dan diaplikasikan menjadi pegangan hidup,” jelas Purwati. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?