Categories: Internasional

Jerman Bantu Indonesia dalam Peningkatan Pendidikan Vokasi Madrasah

Share

JAKARTA - Pemerintah Jerman siap membantu Indonesia untuk melakukan perbaikan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Terutama untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan keterampilan (vokasi) pada madrasah.

“Ini sesuai perbincangan Presiden Joko Widodo dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, tiga tahun lalu,” kata Perwakilan Kedutaan Besar Jerman, Stefann Schnep dilansir dari kemenag.go.id.

Dalam perbincangan tersebut, lanjutnya, Presiden Jokowi meminta Pemerintah Jerman untuk dapat membantu pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya yang terkait dengan pengembangan industri.

Stefann pun menyambut baik penandatanganan nota kesepahahaman (MoU) antara Kemenag dengan Kemenko Perekonomian yang menjadi langkah awal perbaikan mutu pendidikan vokasi yang ada di Madrasah Aliyah (MA). Penandatangan dilakukan di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Senada dengan Stefann, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk kontribusi Kemenag untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.

“MoU ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK yang tentunya juga madrasah, bisa berkontribusi dengan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, khusunya dalam bidang vokasi,” kata Kamaruddin.

Dinyatakan, sinergi Kemenag dan Kemenko Perekonomian ini bertujuan meningkatkan sekaligus menjamin mutu pendidikan vokasi di madrasah melalui skema program Technical and Vocational Education and Training System Reform.

Penandatanganan yang dilakukan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dengan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin ini juga disaksikan Perwakilan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Steffan Schnep dan Principal Advisor GIZ Phillip Johansen.

Rudy Salahudin menjelaskan, nota kesepahaman merupakan upaya Pemerintah Indonesia dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM melalui institusi Pendidikan Islam.

“Kita berupaya agar pengembangan vokasi juga menyentuh Institusi Pendidikan Agama yang jumlahnya banyak dan juga turut menyumbang tenaga kerja dalam jumlah besar setiap tahunnya,” ucap Rudy.

Principal Advisor GIZ Phillip Johannsen juga menyambut baik penandatanganan MOU tersebut. GIZ, akan turut terlibat dalam program pengembangan vokasi pada Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dan Madrasah Aliyah Plus Kejuruan.

GIZ, menurut Phillip akan terlibat dalam tiga hal. Pertama, pembuatan regulasi di bidang vokasi madrasah aliyah. Kedua, training bagi guru dan pelatih vokasi di madrasah aliyah. Ketiga, membangun jejaring (networking) bagi lulusan vokasi Madrasah Aliyah.

“Dalam jangka pendek, kita akan mulai melakukan kerja dengan memberikan pelatihan kepada 20 Madrasah Aliyah yang ditetapkan sebagai pilot project,” jelas Phillip. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
M Nur Ali

Recent Posts

Bersiap Hadapi UNBK, Siswa MA Al-Iman Gelar Doa Bersama di Ponpes Assegafiyah

MAGELANG – Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tinggal hitungan hari lagi, seluruh guru siswa kelas XII Madrasah Aliyah…

15 jam yang lalu

Jangan Lupa Finalisasi, Pendaftaran SNMPTN Ditutup Besok

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 dibuka sejak Jumat (14/2/2020) pukul 14.00 WIB dan akan…

15 jam yang lalu

Ternyata Belajar di Alam Bebas Membantu Perkembangan Anak

Siedoo, Secara umum banyak orang tua merasa khawatir apabila anak-anak balitanya bermain di luar ruangan. Para orang tua masih khawatir…

16 jam yang lalu

Cegah Bahasa Daerah Punah, Badan Bahasa Punya 5 Program Utama

JAKARTA - Berdasarkan data dari UNESCO dalam Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2020, secara global 40 persen populasi di dunia…

17 jam yang lalu

Kami Marah, Tapi Guru jangan Dibegitukan

Siedoo, Peristiwa duka yang menimpa siswa siswi SMP N 1 Turi Sleman Yogyakarta membuat marah semua pihak. Kejadian susur sungai…

21 jam yang lalu

Agar Berjalan Baik, Kawal Kebijakan Kampus Merdeka

JAKARTA - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muchlis Rantoni Luddin ingin memastikan bahwa eksekusi atau pelaksanaan dari…

23 jam yang lalu