Internasional Tokoh

Hebat, Guru Magelang Ini Terpilih Ikuti Education Exchange di Paris

Siedoo, Adalah Solehuddin Al Ayyubi (36) guru SDN Banyuwangi 1 Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Guru kreatif ini menekuni pembelajaran tanpa batas berbasis Information Technology (IT) sepanjang tahun 2018-2019.

Pembelajaran yang difasilitasi Microsoft Office 365 tersebut diikutinya dengan tekun. Mulai dari Hack the Classroom, Skype-a-Thon, serta berbagai pelatihan dan seminar yang diselenggarakan setahun terakhir.

Ketekunan itu membuatnya terpilih mewakili Indonesia ke kancah dunia bertajuk Education Exchange (E2) di Paris, Prancis 2-4 April 2019 mendatang. Acara internasional ini diikuti oleh 100 negara di dunia. Masing-masing negara dipilih 3 guru dengan keahlian yang sama.

Mewakili Indonesia, Ayyub (panggilan akrab Solehuddin Al Ayyubi) bersama Imam Syafi’i guru SMPN 2 Bangilan, Jawa Timur dan Deni Ranoptri guru SDN 1 Nawin Hilir, Kalimantan Selatan. Deni merupakan perwakilan Duta Rumah Belajar.

Sebelum diberangkatkan ke Prancis, Ayyub dan rekannya mengikuti diklat di Jakarta selama 3 hari. Menurut jadwal Sabtu malam (30/3/2019) mereka bertolak ke Paris, Prancis.

“Kegiatan E2 ini bukanlah sebuah kompetisi, namun ajang unjuk kreativitas guru dalam pembelajaran tanpa batas berbasis digital. Di Paris, seluruh peserta membawa keunggulan kreativitas mereka masing-masing,” jelas Ayyub kepada Siedoo.com via telepon di sela-sela persiapan keberangkatannya.

Ayyub menjelaskan di ajang E2 dia ingin menunjukkan kreativitasnya berupa marketplace Teknologi Skype. Dalam marketplace yang dibuatnya bertajuk ‘Borders cant’t stop us! What we did?’. Marketplace itu telah dipamerkan di hadapan Bupati Magelang dalam pameran Pendidikan beberapa waktu lalu.

Marketplace milik Solehuddin Al Ayyubi yang akan dipamerkan di ajang Education Exchange (E2) di Paris, Prancis yang diikuti 100 negara. (ilustrasi: Narwan Siedoo)

Trainer pembelajaran digital guru-guru Magelang ini berharap kreasinya menginspirasi para pendidik di dunia dan di Indonesia khususnya. Sehingga para guru semakin kreatif, inovatif, dan terbiasa dengan dunia digital untuk pembelajaran. (*)

Apa Tanggapan Anda ?