Gelar seni budaya internasional berlangsung di Artos Mall, Magelang, Jateng. Acara ini berjalan lancar juga berkat kerja sama Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok dengan pihak lain.

Internasional

Pelajar Indonesia Tiongkok Tampilkan Tari Mongolia

MAGELANG – Malam gelar seni budaya internasional menampilkan tari tradisional Mongolia di Artos Mall, Magelang, Jawa Tengah. Acara ini merupakan kerjasama antara Artos Group, New Armada, Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT), dan juga Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Magelang. Acara ini juga merupakan lanjutan dari rangkaian acara Borobudur Internasional Festival.

“Dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina di Indonesia, para penari dari Mongolia ini diijinkan untuk tampil di Artos Mall. Tujuan kami mengundang mereka untuk memperkenalkan budaya Mongolia kepada masyarakat Magelang dan sekitarnya,” kata Otniel Hanung, Vice General Artos Mall.

Acara ini dibuka dengan pertunjukan barongsai yang beratraksi di area Atrium Artos Mall sekitar 15 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka oleh seluruh hadirin dan juga penonton. Ribuan pengunjung menyaksikan pertunjukan tersebut.

Baca juga : Pelajar Indonesia Tiongkok Gelar Tari Tradisional Mongolia

Dian Indri, Public Relation Artos Mall menjelaskan bahwa pertunjukkan ini dimainkan oleh 35 orang dari Manhandiao Art Troupe of Zhungeer Banner. Sebuah kelompok seni pertunjukkan dari Ordos, sebuah kota di wilayah Inner Mongolia, China. Kelompok ini membawakan 12 jenis pertunjukkan. Terdiri dari pertunjukkan tari, musik, dan juga mini drama musikal.

Pertunjukkan yang berlangsung selama 2 jam tersebut, ditutup dengan penyerahan selendang oleh penari kepada hadirin. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan kenang-kenangan oleh David Herman Jaya, CEO New Armada, kepada para penari.

Arumsari (50 tahun), pengunjung asal Pakelan Magelang, Jawa Tengah mengaku senang dengan pertunjukan ini. Ia merasa terkesan dengan penampilan para pelajar tersebut.

“Selain menambah pengetahuan akan budaya Mongolia, saya juga terkesan dengan kostum serta gerakan tarian para penari,” kata Arum.

Apa Tanggapan Anda ?