Ilustrasi di perpustakaan. (sumber: blogspot.com)

Nasional

Mari Galakkan Gemar Membaca, Berdiskusi, dan Menulis di Perpustakaan


JAKARTA – Perpustakaan menjadi objek vital dalam rangka menggelorakan gerakan gemar membaca. Kegiatan di dalamnya diharap jadi bagian dari upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat. Hal ini ditandaskan Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat.

Pihaknya terus melanjutkan komitmennya dalam membangun gerakan gemar membaca di masyarakat, khususnya generasi milenial. Hal ini penting dalam rangka membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Tidak hanya gemar membaca, tapi juga ada gemar berdiskusi di perpustakaan dan gemar menulis,” ujar Mujib dilansir dari dpr.go.id.

Karena itu, perpustakaan didorong menjadi media untuk meningkatkan kualitas literasi dan kualitas kecerdasan dan pendidikan serta pengetahuan masyarakat. Hal ini berbeda dengan sekolah yang yang terbatas pada waktu. Sedangkan perpustakaan bisa kapan saja orang untuk datang dan tidak mengenal usia sejauh punya minat yang tinggi untuk membaca.

“Sering kita dengar buku adalah jendela dunia. Ini yang diharapkan ada kegiatan gemar membaca itu kita galakkan, supaya literasi di Indonesia semakin meningkat. Karena harus jujur dikatakan, kita masih tertinggal jauh dari negara lain,” ungkap Mujib.

Mengingat pentingnya perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas literasi masyarakat, ia menyoroti harus ada penguatan sarana dan prasarana perpustakan. Sehingga perlu ada pembaharuan terkait dengan sumber daya perpustakaan, baik dari segi jumlah buku, judul buku, serta tenaga ahli kearsipan yang ada di dalamnya.

“Dan memang perpustakaan itu selalu berkaitan dengan sarana dan prasarananya yang terbatas. Kemudian bukunya yang terbatas jumlahnya, dan keragaman bukunya juga terbatas. Tenaga ahli kepustakaannya juga terbatas. Nah ini kita harapkan terus di-update tenaga perpustakaan dan pengelolaannya,” tuturnya.

Jika semua infrastruktur kepustakaan bisa dilakukan secara baik, legislator dapil Jawa Tengah itu yakin gerakan gemar membaca bisa lebih masif dipopulerkan. Terlebih saat ini perpustakaan tak hanya bersifat pasif, tetapi ada juga yang aktif, contohnya ialah perpustakaan keliling.

Baca Juga :  Atin, Pustakawan UM Magelang Presentasikan Pakaian Tradisional di Forum Dunia

“Saya selalu mengatakan perpustakaan itu tidak hanya pasif, tapi ada perpustakaan yang aktif, yaitu perpustakaannya yang mengajak komunitas untuk menyediakan mobil keliling, sehingga infrastruktur perpustakaan tak hanya bersifat pasif,” tutup Mujib. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?