Nasional

Untuk Pelaku Pendidikan, Kemenag Susun Buku Moderasi Beragama

JAKARTA - Buku-buku terkait moderasi beragama akan disusun Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. Selain berisi konten moderasi, buku ini juga dilengkapi strategi implementasi di lembaga pendidikan binaan ditjen tersebut.

Buku itu akan digunakan pelaku pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag), mulai dari dosen, guru, ustadz, serta siswa dan mahasiswa.

“Kita harus bekerja cepat dan tepat dalam upaya menyebarkan paham keagamaan yang moderat dengan pelbagai strategi,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Imam Safei dilansir kemenag.go.id.

Ditandaskan, buku putih atau buku induk moderasi beragama yang disusun kelompok kerja sudah hampir final. Buku putih tersebut nantinya akan diturunkan ke dalam panduan implementasi secara lebih detail.

“Ada implementasi moderasi beragama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), pada madrasah, PAI di sekolah dan implementasi moderasi beragama pada pondok pesantren,” tuturnya.

Ketua Pokja Moderasi Beragama, Aceng Abdul Aziz mengatakan, pihaknya menggandeng sejumlah penulis berkompeten untuk membantu Ditjen Pendidikan Islam menyusun buku-buku moderasi.

“Saat ini sudah hampir terbit dua buku moderasi beragama. Kini akan menyusul buku putih atau buku induk untuk memperkuat literasi di kalangan pendidikan Islam,” kata Aceng.

Ditambahkan, selain penyusunan buku, kementerian tersebut juga akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Moderasi Beragama. Kemenag juga menggerakan stakeholders Ditjen Pendidikan Islam untuk terus mengkampanyekan moderasi beragama.

Kasi Kemahasiswaan Kemenag, Ruchman Basori mengatakan, ikhtiar untuk mengedepankan moderasi beragama di kalangan mahasiswa Peguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tengah dilakukan secara serius dengan mendesain ulang dan merevitalisasi program-program kemahasiswaan.

“Kegiatan penyambutan mahasiswa baru semacam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) menjadi pintu masuk memperkuat moderasi beragama,” katanya.

Selain itu, lanjut Ruchman, Kemenag juga terus melakukan penataan dan pembinaan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang diorientasikan pada penguatan moderasi. Support regulasi dan fasilitasi bagi tumbuhnya pemahaman dan kultur budaya moderat dan damai juga terus diberikan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?