Tokoh

Usia, Tidak Surutkan Umi Malaya Menuntut Ilmu di Indonesia

Siedoo, Ada pepatah mengatakan ‘Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat’, atau ‘Carilah Ilmu Hingga ke Negeri Orang’. Kedua pepatah itu mungkin cocok untuk menggambarkan sosok Norizan asal Malaysia. Di usianya yang sudah 55 tahun, dia baru menempuh pendidikan S1.

Norizan saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester dua di Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh. Ibu enam anak ini tergolong rajin di kelasnya. Masuk tepat waktu dan menyelesaikan tugas - tugas yang diberikan.

Saban hari, perempuan yang akrab disapa Umi Malaya ini tak canggung belajar dengan mahasiswa jauh di bawah usianya. Rata-rata mahasiswa seangkatan Umi masih berumur 20 tahunan.

Ketika waktu belajar tiba, Umi duduk di kursi paling depan. Sesekali dia berdiskusi dengan teman-teman di sampingnya. Para mahasiswa lain juga akrab dengan Umi. Membuat Umi semakin nyaman menuntut ilmu di bangku kuliah.

Umi berkisah, dirinya memilih kembali berkuliah untuk melanjutkan cita-citanya yang tertunda. Dulu, Umi hanya belajar sampai bangku SMA di Malaysia. Kemudian dia memilih bekerja dan nikah.

Kala itu, sempat terpikir di benak Umi untuk melanjutkan pendidikan ke strata satu. Namun waktu tidak memungkinkan. Karena harus mengurus anak-anaknya dan juga mengurus keluarga.

“Dulu Umi bercita-cita tinggi malah mau melanjutkan kedokteran di Amerika. Tapi setelah SMA gagal nggak dapat lanjut ke pendidikan tinggi. Umi pilih kerja kemudian nikah. Tapi cita-cita itu masih ada,” tutur Umi Malaya di kampus UIN Ar-Raniry, dilansir news.detik.com.

Usia menikah, Umi menjadi ibu rumah tangga dan membesarkan enam buah hatinya. Mereka semua kini sudah mandiri. Namun di usianya menginjak kepala lima, Umi tinggal sendiri di rumah, terlebih setelah berpisah dengan suaminya lima tahun lalu.

“Sekarang Umi tidak punya tanggungan lagi di Malaysia karena anak-anak sudah mandiri semua. Anak terakhir juga sedang kuliah. Jadi Umi pikir ini kesempatan melanjutkan kuliah lagi,” jelas Umi Malaya.

Target lulus cepat

Umi mengaku memilih jurusan Hukum Keluarga karena yang dipelajarinya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Ia berniat suatu saat menjadi motivator bagi keluarga lain di negaranya.

Selama perkuliahan berlangsung, Umi belajar dengan sungguh-sungguh. Ini terbukti saat semester satu, dia berhasil memperoleh indeks prestasi (IP) semester tertinggi, yaitu 3,91. Dari semua mata kuliah, hanya satu yang dapat nilai B, mata kuliah lain semua nilainya A.

Dilansir kanalaceh.com, Umi berkisah sebelum memutuskan berkuliah, dia sudah melakukan survei ke beberapa universitas baik di Malaysia maupun di Indonesia. Setelah berdiskusi dengan mahasiswa lain asal Malaysia, Umi disarankan masuk UIN Ar-Raniry.

Ia menargetkan bisa lulus dari UIN Ar-Raniry dalam jangka waktu 2,5 tahun. Selanjutnya ia ingin meneruskan ke jenjang S3. Targetnya sampai S3 sebelum memasuki umur 65 tahun.

Kampus Islam Negeri di Aceh ini juga punya kerjasama dengan Malaysia. Ketika mendaftar kuliah, Umi dan puluhan calon mahasiswa lainnya asal Malaysia mengikuti rangkaian tes di negara mereka.

“Umi pilih Aceh karena kehidupan masyarakat Aceh yang menjalankan syariat Islam. Jadi Umi rasa lebih tentram dan nyaman tinggal di Aceh sebab harus menetap di sini 2 tahun, jadi lebih aman Umi tinggal,” ujar Umi dengan nada gembira. (*)

Apa Tanggapan Anda ?