Daerah

Tangerang Dikucur Bantuan Pendidikan Rp 954,9 Miliar, Berikut Perinciannya

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten digelontor Rp 954,9 miliar untuk afirmasi layanan pendidikan dan kebudayaan. Pemberian bantuan dana afirmasi ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat untuk mendukung layanan pendidikan di daerah tersebut.

Bantuan yang diberikan dengan peruntukkan sebagai berikut:

1. Rp 71.628.000.000 untuk Program Indonesia Pintar.

2. Rp 560.952.400.000 untuk Bantuan Operasional Sekolah.

3. Rp 44.980.750.000 untuk Dana Alokasi Khusus Fisik Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

4. Rp 238.383.028.000 untuk tunjangan profesi guru.

5. Rp 23.575.800.000 untuk Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini.

6. Rp 15.423.000.000 untuk Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan.

Pemberian bantuan berdasarkan pada letak geografis wilayah yang potensial untuk mendukung layanan pendidikan di kabupaten sekitarnya. Di samping itu, jumlah populasi siswa dan kelas turut menjadi pertimbangan.

“Kabupaten Tangerang sangat potensial berfungsi untuk dapat memberikan manfaat kepada kabupaten sekitarnya,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tangerang, fasilitas layanan pendidikan di Kabupaten Tangerang meliputi sebanyak 756 Sekolah Dasar (SD) negeri dan 164 SD swasta; 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan 368 SMP swasta, dan; 40 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan 382 SMA swasta dan SMK swasta.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli, berkomitmen pemberian layanan pendidikan di Kabupaten Tangerang akan ditingkatkan tidak hanya sekedar membangun infrastruktur dan jumlah satuan pendidikan.

“Kami berharap bukan hanya sekedar jumlah dan infrastruktur, tapi juga setiap lembaga pendidikan dapat memberikan layanan pendidikan yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan di era sekarang,” jelasnya.

Pada saat bersamaan, diberikan penganugerahan Gerakan Sekolah Menyenangkan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Hadisa Masyhur menjelaskan gerakan ini melibatkan sekolah dan guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah.

“Deklarasi gerakan ini telah dicanangkan pada 16 November 2018 tahun lalu,” ujar Hadissa.

Hadisa menjelaskan terdapat tiga fokus aspek pembangunan sebagai sasaran gerakan tersebut. Terdapat tiga aspek pembangunan keterampilan manusia untuk hidup di era digital, yaitu pola pikir yang terbuka, kompetensi abad 21 (kritis, komunikatif, pemecahan masalah), karakter moral, dan etos kerja.

Di Tangerang juga digelar Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan. Gebyar ini merupakan momentum penyemangat memberikan layanan pendidikan yang kreatif dan inovatif. Perhelatan ini melibatkan sebanyak 4.000 peserta. terdiri atas para guru, siswa dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Kabupaten Tangerang. Perhelatan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan turut dimeriahkan dengan menggelar pameran karya siswa, sekolah, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar, Unit Pelaksana Teknis, dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?