Kondisi SD Inpres Salua setelah diterjang banjir, Sabtu (9/3/2019). Sekolah darurat ini berada di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (foto: tribunpalu.com)

Daerah

Memprihatinkan, Sekolah Darurat Ini Dua Kali Diterjang Banjir


SIGI – Sungguh memprihantinkan melihat kondisi bangunan darurat Sekolah Dasar (SD) Inpres Salua di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ini. Betapa tidak, untuk kali kedua sekolah tersebut terendam lumpur akibat banjir beberapa waktu lalu. Sebelumnya, sekolah darurat ini pernah rusak disapu banjir di awal Desember 2018 silam.

Akibat bencana itu, seluruh ruangan kantor dan kelas tampak dipenuhi lumpur dan batu. Beberapa isi ruangan, seperti meja, kursi serta papan tulus tampak berserakkan. Beberapa siswa memungut beberapa buku dan alat peraga sekolah yang bisa digunakan kembali.

Sekolah Darurat SD Inpres Salua, memang dibangun di kawasan langganan banjir. Tercatat, sudah 13 kali wilayah itu diterjang banjir bandang. Pemerintah setempat pun telah menginstruksikan agar warga tidak lagi beraktivitas atau bermukim di wilayah itu dengan alasan keamanan.

Menurut salah satu guru, Darma, pihak sekolah tak punya pilihan lain karena tak ada lahan untuk membangun sekolah darurat. Kalau bangunan baru rencananya hendak dibangun di dusun sebelahnya.

“Makanya kami masih menunggu realisasinya,” katanya dilansir dari tribunpalu.com.

Darma menjelaskan, sekolah darurat ini menampung 177 siswa dengan jumlah ruangan sebanyak 4 kelas ditambah satu ruang guru. Darma mengaku pihak sekolah terpaksa harus meliburkan siswa.

“Paling kita bersih-bersih dulu, atau mencari lokasi lain untuk proses belajar,” jelasnya.

Darma pun berharap agar SD Inpres Salua segera mendapat bangunan baru. Tentu harapannya, agar para siswa-siswi bisa fokus belajar tanpa harus terkendala minimnya ruang kelas.

“Paling tidak, sekolah sementara bisa dibangun di lokasi yang lebih aman. Yang terpenting aman dari bencana,” tandas Darma.

Sementara dilansir kumparan.com, Sekretaris Desa Salua, Akbar, mengatakan ada tiga sekolah yang diterjang banjir bandang termasuk SD Inres Salua. Akibat banjir tersebut, sementara sekitar 20 kepala keluarga mengungsi ke tempat yang dianggap aman. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?