Siswa di Gorontalo sedang mencairkan bantuan KIP. (foto: kemdikbud.go.id)

Daerah

Dana KIP 2018 di Gorontalo Tembus Rp 66 Miliar, Tahun 2019 Bakal Melonjak


GORONTALO – Penerima Program Indonesia Pintah (PIP) yang diejawantahkan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Provinsi Gorontalo, Sulawesi, sepanjang tahun  2018 mencapai  129.000 siswa. Total bantuan senilai lebih dari Rp 66 miliar.

Di awal tahun 2019 ini Kemendikbud telah mendata 80.502 siswa calon penerima PIP di seluruh provinsi setempat. Dengan nilai bantuan mencapai Rp41,17 miliar. Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan adanya usulan penerima KIP baru.

“Jumlahnya akan terus bertambah,” tandasnya dilansir dari kemdikbud.go.id.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Gorontalo dari 6,97 (2014) menjadi 7,28 (2017). Sumbangsih sektor pendidikan melalui peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) mengalami peningkatan dari 6,97 (2014) menjadi 7,28 (2017). Sedangkan harapan lama sekolah (HLS) meningkat dari 12,49 (2014) menjadi 13,1 (2017).

Berdasarkan data Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemendikbud, angka partisipasi kasar (APK) jenjang sekolah menengah di provinsi Gorontalo naik dari 76,95 (2014) menjadi 84,81 (2018).

Mendikbud berpesan agar para penerima KIP dapat menggunakan dananya secara cermat, hemat, dan penuh perhitungan.

“Jangan boros. Gunakan sesuai dengan kebutuhan. Dan gunakan untuk keperluan sekolah,” pesannya.

Saat ini, KIP telah berupa kartu yang dapat digunakan pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk memudahkan penerima mencairkan dana bantuan pendidikan ini. Para guru pendamping diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai literasi finansial, khususnya mengenai pemanfaatan fasilitas perbankan.

“Tidak semua dana PIP harus dibelanjakan. Karena itu kalau memang tidak diperlukan, boleh ditabung di masing-masing rekening kartunya. Sehingga pada saatnya, jika nanti dibutuhkan, bisa digunakan,” ujar Muhadjir.

Di Provinsi Gorontalo, Presiden Joko Widodo, awal Maret ini, sempat menyerahkan KIP kepada 4.000 pelajar dari berbagai jenjang. Presiden berpesan agar dana bantuan pendidikan yang terdapat di dalam KIP digunakan sesuai dengan peruntukannya. Siswa SD mendapat bantuan Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribi, SMA Rp 1 juta.

Baca Juga :  Luar Biasa, Mahasiswa Semester Satu STAINU Temanggung Sudah Menulis Buku

“Jadi hati-hati pegang kartunya,” kata presiden

Presiden berpesan agar siswa penerima KIP dapat menggunakan dana PIP untuk hal-hal yang berkaitan dengan keperluan pendidikan.

“Hati-hati, anak-anakku semua, dana yang ada di kartu ini hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan,” pesan Presiden.

Kembali, Presiden mengingatkan agar para siswa penerima KIP yang berasal dari keluarga tidak mampu itu dapat giat belajar. Tugas anak-anak adalah belajar. Jangan ada yang malas-malasan. “Harus rajin semuanya,” pesannya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang