Internasional

Dongkrak Kompetensi, 1.200 Guru Berprestasi Digembleng di Luar Negeri

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim  1.200 guru PAUD hingga SMA ke 12 negara. Para guru itu akan berada di Finlandia, Australia, India, Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, China, Rumania, dan Hong Kong. Pengiriman ini menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, agar para guru mendapatkan pengalaman dalam sistem pembelajaran di era revolusi industri 4.0.

“Untuk meningkatkan kompetensi guru, mereka dikirim ke sejumlah negara. Durasinya paling sedikit tiga minggu di luar negeri,” ujar Menteri Muhadjir.

Muhadjir menambahkan pendanaan dari guru-guru tersebut berasal dari dana Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP) dan Kemendikbud. Dana LPDP ini bisa digunakan untuk membiayai kursus ataupun pelatihan guru.

Pengiriman Tiga Kali Setahun

Dilansir tribunnews.com, tenaga pendidik yang akan ke luar negeri itu, merupakan guru-guru berprestasi. Pihak Kemendikbud juga melihat rekam jejak para guru. Muhadjir menyebutkan Kemendikbud berencana mengirim guru ke luar negeri hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Dirjen GTK Kemdikbud, Supriano mengatakan, untuk tahap pertama ini, penggunaan anggaran masih sepenuhnya dari Kemdikbud. Anggaran dari LPDP akan mulai dapat dimanfaatkan pada tahap dua dan tiga.

Ia mengatakan kisaran dana berjumlah Rp 87 miliar per tahun dan untuk sisanya akan menggunakan dana dari Direktorat GTK Kemdikbud. Hal ini berkaca pada pengiriman guru tahap pertama ini yang menghabiskan anggaran senilai Rp 140 miliar.

Metodologi Pembelajaran

Selama tiga pekan para guru akan belajar metodologi pembelajaran secara langsung di negara tersebut dengan mengunjungi pusat-pusat pembelajaran formal maupun nonformal. Ketika kembali ke Tanah Air, mereka dapat mengimplementasikan pengalamannya selama di luar negeri.

“Proses pendidikan yang baik akan tercipta di sekolah oleh guru yang kualitasnya baik pula. Selanjutnya, Kemdikbud berharap akan ada perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah ketika para guru ini telah mendapat pembekalan ilmu baru,” ujar Supriano, dilansir beritasatu.com

Seorang guru SMP Naskat Maria Mediatrix Ambon, Jufianne, merasa senang bisa berangkat ke luar negeri. Ia dan rekannya yakni Syahruni Ningsih (guru SMPN 1 Malunda, Majene) akan berangkat ke China.

“Selama tiga minggu kami akan belajar mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS dan juga pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika,” kata Jufianne.

Syahruni Ningsih menjelaskan seleksi dilakukan berdasarkan seleksi dari guru berprestasi. Dari 34 guru maka hanya 18 guru yang diterima.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, kompetensi kami bertambah dan bisa membagikannya ke rekan-rekan kerja dan juga para murid,” kata Syahruni, seperti ditulis harnas.co. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?