Pelatihan Bubu Komakas dan Semu diharapkan dapat menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak.

Daerah

Koran dan Majalah Bekas untuk Tingkatkan Minat Baca

KoMMBes Penggalangan Dana Lombok

TEMANGGUNG – Masih rendahnya minat baca dikalangan masyarakat pedesaan, merupakan tantangan tersendiri. Salah satu faktor masih rendahnya minat baca dikarenakan sedikitnya fasilitas penunjang dan pengetahuan orang tua untuk mendorong anak agar gemar membaca. Kondisi ini kemudian mendorong Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) untuk turut serta meningkatkan minat baca terhadap masyarakat.

Terutama di daerah yang jarakanya terbilang cukup jauh dari kawasan perkotaan, melalui program Bubu Komakas (Buat Buku Koran Majalah Bekas) dan Semu (Sekolah Menulis). Pelaksanaan program ini berlangsung di Desa Kregan, Candisarai, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan bersinergi antara pihak kampus, yang diwakili dosen dan mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Perwakilan masyarakat yang terdiri dari orang tua dan remaja, dilibatkan dan dijadikan pengurus TBM (Taman Baca Masyarakat), yang kemudian dibentuk guna memfasilitasi minat baca masyarakat. Terutama, minat baca pada kalangan anak-anak.

Program tersebut merupakan salah satu proposal PKM yang berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dari DIKTI pada tahun ini. Penyusunan proposal dibawah bimbingan langsung Galih Istiningsih M.Pd, dan lima orang mahasiswa UM Magelang. Mereka yakni Lukitasari Hardiningsih, Tuti Handayani, Novi Susanti, Bekti Pangestuti  dan M Hasan Mustofa.

Galih mengatakan, program ini dilakukan dalam empat tahap kegiatan, untuk meningkatkan minat baca dan pemanfaatan perpustakaan Desa Kregan. Kegiatan tersebut yakni sosialisasi pentingnya budaya membaca, pelatihan Bubu Komakas dan Semu, pembentukan dan launching TBM.

Tahap awal sosialisasi telah berhasil dilaksanakan dan diikuti 40 peserta. Mereka terdiri dari anggota PKK desa dan para remaja sekitar. Pelaksanaan program pada tahap awal ini berlangsung di Balai Desa Candisari.

Pada tahap berikutnya, masyarakat beserta para pendamping bersama-sama membuat dan melaksanakan kegiatan Bubu Komakas dan Semu. Selain itu, warga juga diberi pengetahuan dan wawasan dalam pengelolaan TBM. Wawasan yang diberikan ini bertujuan agar warga dapat mengelola secara mandiri fasilitas yang sudah diadakan untuk menumbuhkan dan menunjang minat baca anak. Dalam acara tersebut juga sekaligus melaunching TBM “Bimo” (Hobi Moco).

Tidak hanya terbatas pada kegiatan dalam sosialisasi dan pelatihan, UM Magelang juga memberikan pendampingan rutin terhadap TBM yang sudah didirikan. Pendampingan tersebut berupa pemantauan kegiatan secara rutin setiap minggu. Hal ini juga untuk memastikan bahwa TBM sudah berjalan dan tepat sasaran serta memastikan warga dapat mengelola secara mandiri.

Warga sekitar juga berharap, fasiitas yang telah ada ini dapat dijadikan sebagai sarana dan prasarana untuk dapat meningkatkan minat baca masyarakat disekitar lingkungan. Pelatihan sebelumnya juga dapat membuka pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan barang bekas menjadi lebih berharga.

Apa Tanggapan Anda ?