Daerah

Pesan Gubernur Akmil di Balik Peristiwa Pertempuran Plataran

YOGYAKARTA - 70 tahun lalu, tepatnya pada 24 Februari 1949, terjadi peristiwa heroik, Belanda menyerang Dusun Plataran, Sleman, DIY. Pasukan TNI  didukung rakyat menerima tekanan luar biasa dari dua arah, depan, dan belakang.

Pertempuran tersebut mengakibatkan delapan pejuang Indonesia gugur. Lima di antara mereka merupakan Cadet (Taruna), dua Perwira Instruktur termasuk Letda Utoyo dan anggota Tentara Pelajar.

Dari peristiwa tersebut, Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak kepada generasi muda saat ini untuk kembali melanjutkan semangat perjuangan, rela berkorban jiwa raga dari para pahlawan tersebut demi tegaknya NKRI.

“Dengan kegiatan positif guna mengisi kemerdekaan. Mari kita ingat selalu kutipan dari  tokoh pendiri NKRI, bahwa Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya,” kata Gubernur saat menjadi inspektur upacara, mengenang para pahlawan di Monumen Perjuangan Taruna, Plataran Kabupaten Sleman, Minggu (24/2/2019).

Rangkaian peringatan 70 tahun Pertempuran Plataran  yang dimulai Sabtu (23/2/2019), diawali dengan kunjungan Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM) Yogyakarta ke Akademi Militer Magelang. Pada kesempatan ini Letjen (Purn) Sajidiman Surjohadiprodjo, alumnus Akademi Militer Yogyakarta 1948 memberikan ceramah kepada para taruna di Gedung Lily Rochly Akmil Magelang.

Ia menekankan peringatan Pertempuran Pelataran untuk mengingatkan anak bangsa, khususnya kaum muda bahwa NKRI memerlukan pengabdian warga negara, khususnya para pemuda untuk menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsanya.

"NKRI akan terjaga masa depannya jika kaum muda mau peduli akan bangsanya, " ujar Sajidiman

Usai pemberian ceramah oleh Letjen (purn) Sajidiman, kemudian dilanjutkan penyerahan foto taruna MA Yogya yang gugur saat Perang Kemerdekaan. Selain itu juga kunjungan dilakukan ke laboratorium-laboratorium di Akmil Magelang yang mengabadikan nama-nama Taruna MA Yogya yang telah gugur.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Monumen Yudha Bhakti Taruna dan berakhir di Museum Taruna Abdoel Djalil.

Sebelumnya, para Taruna Akmil mengikuti pawai bersama masyarakat Plataran. Genderang Suling "Canka Lokananta" Taruna Akmil juga tampil memeriahkan acara pawai rakyat ini. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?