Nasional

Tes P3K Tahap I Usai, Ancang-ancang Tahap II, Kapan Digelar?

JAKARTA – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I resmi ditutup pada Minggu (17/2/2019). Dalam penjaringan itu hanya dikhususkan untuk honorer K2 guru, dosen, penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan. Kini pemerintah pusat sudah ancang-ancang untuk menjalankan rekrutmen P3K tahap II yang rencananya akan digelar Mei mendatang.

“Nanti ada lagi pendaftaran P3K dibuka Mei. Nanti kita akan adakan lagi kan formasi umum juga belum kita buka seperti diaspora dan beberapa fungsi teknis lainnya," MenPAN-RB, Syafruddin dilansir dari liputan6.com.

Untuk rekrutmen P3K pada tahap I, ia mengaku cukup senang dengan pendaftar yang menyentuh 100 ribu orang. Pasalnya pendaftaran P3K tahap I ini berpotensi mencapai 150 ribu orang.

"Iya kan nanti P3K tahap II, jadi bisa daftar lagi. Itu juga formasi umumnya kan belum dibuka," ungkap dia.

Tes P3K tahap I digelar dalam dua hari, Sabtu – Minggu (23-24/2/2019). Koordinator Wilayah PHK2I Jawa Tengah Ahmad Saefudin menyebutkan, seluruh lokasi pelaksanaan tes P3K menggunakan sistem penilaian yang transparan. Setelah melaksanakan tes langsung bisa dilihat hasil nilai secara pribadi maupun kolektif yang disediakan panitia.

“Alhasil banyak yang langsung mengklaim dirinya lolos atau tidak. Setelah melihat tayangan nilai yang dipampang dalam satu ruang khusus panitia," melansir dari jpnn.com.

Ditambahkan, seluruh pengurus PHK2I pusat mendoakan yang terbaik untuk seluruh honorer K2. Walau sebenarnya P3K bukan tujuan perjuangan honorer. PNS lah harapan semua honorer K2 tapi karena P3K bagian dari proses perjuangan pasti ada tahapan-tahapannya.

Di sisi lain, sebanyak 237 peserta uji kompetensi seleksi P3K di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pelaksanaan tes menggunakan sistem CAT dengan total soal 100 nomor dalam waktu dua jam.

" Kalau dibilang susah, tidak juga karena ada soal yang gampang. Jadi susah-susah gampang begitu soalnya. Soalnya dalam bentuk pilihan ganda jadi kita tinggal memilih jawaban yang benar," ungkap Yemri Selan peserta seleksi P3K dilansir dari poskupang.com.

Para peserta berharap, mereka yang mengikuti uji kompetensi seluruhnya bisa dinyatakan lulus dan diterima sebagai tenaga P3K. Pasalnya, saat ini dengan status tenaga K2, honor yang diperoleh jauh dari kata layak. Bayangkan, dalam sebulan, para guru honorer K2 hanya menerima gaji berkisar Rp.200.000 hingga Rp.250.000 tergantung dari jumlah siswa pada sekolah tersebut karena untuk membayar honor tenaga K2, anggara berasal dari dana BOS.

"Saya sudah sejak 2005 menjadi guru di SD Negeri Nes, Desa Pena Utara, Kecamatan Oenino. Hingga saat ini, honor yang saya peroleh dikisaran 200 ribu hingga 250 ribu. Untuk menambahkan penghasilan, sehabis mengajar saya harus bekerja di kebun. Tetapi karena cinta dengan profesi guru, saya tidak berpikir untuk beralih profesi. Biar sedikit, tetap saya syukuri," ujar Sefrit Bees, peserta seleksi P3K lainnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?