Tokoh

Kesadaran Ortu di Magelang Memasukkan Anaknya ke PAUD Kian Tinggi

Siedoo, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sudah menerapkan Holistik Integratif (HI). PAUD HI adalah anak terlayani secara keseluruhan, baik pendidikan, kesehatan, gizi, ketrampilan, sosial dan semacamnya.

"Jadi ini upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara utuh, sistematis dan terintegrasi," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, SE dilansir dari beritamagelang.id.

Ditandaskan, pengembangan PAUD HI, merupakan salah satu program PKK Pokja II tentang Pendidikan dan Keterampilan. Tahun 2015, tambahnya, kesadaran orang tua (ortu) memasukkan anak ke PAUD sudah mencapai 70 persen dan sekarang, tahun 2019, mencapai 90 persen.

Agar PAUD HI bisa lebih berkembang di wilayah Kabupaten Magelang, maka pihaknya terus mengadakan koordinasi dengan SKPD terkait untuk menyusun rencana aksi daerah. SKPD yang nantinya bakal terlibat untuk pengembangan PAUD HI ini diantaranya Bappeda Litbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga serta SKPD lainnya.

"Semuanya ada di sana dan arahnya adalah untuk membuat Peraturan Bupati atau Perbup, dimana dalam Perbup itu juga ada gugus tugasnya," terangnya.

Pihaknya sedang dalam proses MoU dengan RSJ Dr. Soerojo tentang Tumbuh Kembang, Anak dan Remaja. Selain itu salah satu hal yang sudah dilakukan dalam mewujudkan komitmen PKK untuk mengembangkan PAUD HI, adalah MoU dengan PT. Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). MoU itu tentang pemberian tiket gratis bagi anak-anak PAUD yang berkunjung ke candi peninggalan nenek moyang tersebut.

Atas komitmen itu, dirinya pernah diundang Bappenas untuk menghadiri workshop PAUD HI di Bogor, Jawa Barat. Di acara yang dihadiri UNICEF itu, ia diminta untuk menceritakan best practice di Kabupaten Magelang.

"Maka saya menceritakan apa adanya, bahwa di Kabupaten Magelang sudah ada yang menerapkan PAUD HI dengan menghadirkan polisi ke sekolah sebagai polisi sahabat anak, menghadirkan tenaga kesehatan untuk memeriksa kesehatan anak dan semacamnya. Termasuk kerjasama dengan TWCB untuk bidang pariwisatanya," jelas Tanti.

Di Bogor, imbuhnya, sebanyak 100 PAUD HI diberi bantuan oleh UNICEF berupa alat peraga kependidikan.

"Tentu saya juga ingin Magelang mendapat bantuan serupa dari UNICEF," harapnya.

Diakui oleh Tanti, di Kabupaten Magelang belum terpetakan mana PAUD yang sudah HI atau belum.  Menurutnya, ada yang sudah bagus menerapkan PAUD HI seperti PAUD Al Jauhar di SKB Salam, PAUD Bina Yoga SKB Kabupaten Magelang, TK Pembina Mertoyudan, dan TK Kartika Secang.

“Untuk memetakan PAUD di Kabupaten Magelang yang melaksanakan HI dengan baik, harus terus dilakukan pendampingan karena sebetulnya semua PAUD sudah melaksanakan minimal kegiatan parenting, deteksi dini tumbuh kembang dan gizi. Hanya perlu perencanaan dan pendokumentasian yang baik. Ini yang akan kami kembangkan," paparnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?