Suasana RNPK 2019 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. (foto: kemdikbud.go.id)

Nasional

Memprihatinkan, Indonesia Kekurangan 3 Juta Guru, Bagaimana Solusinya...

DPRD Kota Magelang

DEPOK – Jumlah kekurangan tenaga pendidik di Indonesia jumlahnya fantastis. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Supriano mengakui kekurangannya saat ini berjumlah 3.017.000 guru. Salah satu jalan untuk menutupnya yakni lewat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)

“Tapi alhamdulillah, tahun ini pemerintah akan melakukan pengangkatan guru khususnya guru K2 yang tidak ikut tes. Tapi, sekarang dapat melalui program P3K,” kata Supriano dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat sebagaima ditulis di laman kemdikbud.go.id.

RNPK tersebut dibuka Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dalam kesempatan itu, mantan walikota Solo, Jawa Tengah tersebut meminta tentang upgrade guru produktif. Menganggapi hal itu, Supriano mengatakan Kemendikbud akan terus melakukan upaya upgrading. Salah satunya bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sehingga menghasilkan guru terampil.

“Kita sudah mulai bekerja sama dengan dunia industri. Karena sebagaimana yang kita lihat, kecepatan dan kebutuhan jika bekerja sama dengan industri maka akan fokus kepada tenaga guru produktif mana yang dibutuhkan. Dan, akan terserap di lapangan sehingga anak-anak SMK akan dapat terjun langsung ke lapangan,” jelasnya.

Tahun 2019 ini penyelenggaraan RNPK mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Melalui tema ini, diharapkan seluruh peserta yang terdiri dari semua pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan dapat bersinergi dalam membuat strategi ke depan dalam menyukseskan program-program untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan.

Kegiatan ini, melibatkan seluruh unsur pendidikan dan kebudayaan, mulai dari kepala dinas pendidikan daerah, ketua dewan kesenian provinsi, hingga ketua pengurus besar organisasi guru.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, pihaknya ingin tahun 2019 fokus pada pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Dalam arahannya saat membuka RNPK 2019, presiden meminta agar Kemendikbud terus meningkatkan pendidikan vokasi.

Untuk itu, ia meminta Kemendikbud untuk memperbanyak guru produktif dibandingkan dengan guru normatif. Menurutnya, saat ini persentase jumlah guru terampil baru sekitar 35 persen sedangkan guru normatif sebanyak 65 persen.

“Tugas bapak ibu sekalian untuk menyiapkan ini, meng-upgrade, agar guru-guru yang bisa melatih, guru-guru yang terampil itu lebih banyak, istilahnya itu guru produktif,” ujar Jokowi.

Presiden juga menekankan pentingnya penambahan jumlah guru terampil agar sejalan dengan fokus pemerintah untuk membangun SDM. Pemerintah ingin SDM Indonesia memiliki keahlian serta keterampilan agar mampu bersaing dengan negara lain.

“Kita juga harus mengenalkan kepada anak di mana ini sudah zamannya revolusi industri 4.0. Kita harus memberikan pelajaran yang berkaitan dengan digitalisasi, bahasa codding. Ke depan hal itu sangat penting sekali, mulai dikenalkan karena ini kesempatan. Apalagi kalau kita bisa melompati negara lain, inilah kesempatan kita,” tegasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang