Peluncuran Aplikasi AkuPintar di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (7/2/2019). (foto: mediaindonesia.com)

Inovasi

Kemendikbud Apresiasi Aplikasi Edukasi AkuPintar


JAKARTA – Indonesia telah merespons era revolusi industri 4.0 dengan mencanangkan ‘Making Indonesia 4.0’, sehingga dapat memetakan posisi dan strategi menghadapi era ini termasuk bidang pendidikan. Untuk itu, kehadiran aplikasi yang memudahkan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia dalam memilih studi yang sesuai patut diapresiasi.

Hal tersebut ditandaskan Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Purwadi Sutanto.

“Kami mengapresiasi terobosan anak muda Indonesia ini dengan kreativitasnya meluncurkan aplikasi AkuPintar yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan bagi para siswa. Terutama mereka yang ragu dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya,” kata Purwadi, saat meluncurkan aplikasi AkuPintar dilansir dari mediaindonesia.com.

Menurutnya, dampak revolusi industri 4.0 membawa tantangan bagi sistem pendidikan Indonesia. Yaitu dengan adanya perubahan paradigma pola pikir, pola rasa, dan pola tindak dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, dan gaya hidup sampai budaya.

Menurut Purwadi, Kurikulum 2013 telah disusun dan disiapkan menghadapi era 4.0 yang mencakup 4C yaitu kreativitas (creativity), berpikir kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration).

Luvianto Pebri Handoko, pendiri aplikasi AkuPintar, mengutarakan, dirinya membuat aplikasi berdasarkan pengalaman saat menentukan pilihan program pendidikan menuju bangku kuliah. Akibat dari ketidaktahuan dan ketidakmengertian akan minat dan bakatnya, ia memutuskan program pendidikan pilihannya hanya berdasarkan rekomendasi teman dan orangtuanya.

Hal inilah yang menyebabkan Pebri mengalami ketidakpuasan dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) pada 2017, sebanyak 87% mahasiswa Indonesia mengaku jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Kemudian 71,7% pekerja, memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.

Keunggulan utama aplikasi AkuPintar memberikan tes minat dan bakat secara gratis, cukup hanya mengunduh melalui telepon pintar. AkuPintar dikemas dengan tampilan menarik serta akses yang mudah dan menyenangkan.

Baca Juga :  Platform Lomba Mahasiswa dari UGM, Solusi Sebuah Perlombaan dan Pendanaan

Hasil tes penelusuran minat dan bakat dapat menjadi acuan bagi siswa, misalnya siswa SMP akan memilih sekolah kejuruan (SMK) yang tepat, karena saat ini untuk sekolah kejuruan terdapat 144 pilihan.

Dilansir kompas.com, Aplikasi AkuPintar membantu siswa SMA dalam memilih jurusan yang diminati, apakah jurusan IPA, IPS, atau Bahasa. Demikian pula, ketika para lulusan SMA akan memilih jurusan atau program studi saat akan melanjutkan pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi.

Aplikasi AkuPintar telah dirilis sejak akhir September 2018 digawangi Luvianto Pebri Handoko (CEO) dan Gilang Prasetya N. (CTO).  Keduannya alumnus ITS Surabaya bersama Widjaja (Founder) dan Sofian Lusa (Co-Founder). (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang