Mendikbud Muhadjir Effendy saat berbincang dengan siswa CLC. foto: kemdikbud.go.id

Internasional

Kemendikbud Bakal Rehabilitasi Sekolah Anak TKI di Malaysia

DPRD Kota Magelang

MALAYSIA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy menjanjikan untuk merehabilitasi bangunan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) di Tawau, Malaysia. Mendikbud sempat mengunjungi CLC Tunas Perwira yang merupakan tempat pendidikan bagi anak-anak Indonesia, yang orang tuanya sebagai TKI di wilayah tersebut. Keberlangsungan CLC bermodalkan dari iuran orang tua siswa yang mayoritas bekerja di kebun-kebun sawit.

“Perlu diperbaiki terutama sarana yang tak memadai itu, saya minta dibenahi. Saya minta dibangun sekolah baru satu atap dari TK, SD sampai SMP," kata Mendikbud yang sempat mengunjungi tempat pendidikan tersebut pekan lalu sebagaimana dilansir kemendikbud.go.id.

Mantan Rektor Universitas Muhammdiyah (UM) Malang, Jawa Timur tersebut juga sempat mengunjungi CLC Ladang Giram. Gedung CLC ini lebih memadai untuk kegiatan belajar mengajar karena mendapatkan bantuan langsung baik fasilitas bangunan dan pengajar dari Kemendikbud.

Mendikbud juga turut mengajak para TKI yang juga sebagai orang tua untuk mengirimkan anaknya ke sekolah. Semua anak Indonesia di Malaysia punya hak pendidikan yang sama. Ia memohon bila ada anak usia sekolah belum mau masuk pendidikan agar diajak belajar.

“Saya mohon untuk diimbau agar ikut belajar. Kita punya tanggung jawab memberikan pendidikan yang layak. Ini tanggung jawab kita semua. Tentunya tidak bisa pemerintah saja. Dukungan orang tua dan pemimpin perusahaan untuk mengurus fasilitas pendidikan," tegas Mendikbud.

Mendikbud berjanji kepada kepala sekolah, guru dan orang tua akan menyampaikan semua keluhan yang ia peroleh kepada Presiden Joko Widodo.

"Semua akan saya laporkan ke beliau," akunya.

Sementara  itu, Kepala Perwakilan RI Tawau, Sulistijo Djati Ismojo mengaku sangat terharu dengan kedatangan Mendikbud. Mengingat, hal ini adalah kali pertama pejabat tinggi negara setingkat Menteri melakukan kunjungan ke Tawau.

"Ini kebanggaan kami semua, karena ini kunjungan Menteri pertama kali di kota Tawau ini, khususnya di CLC Tunas Perwira,” ungkap Djati.

Kepala CLC Tunas Perwira, Thomas mengaku seperti mimpi disambar petir ketika Mendikbud, Muhadjir Effendy hadir mengunjungi CLC yang digagasnya.

"Tuhan telah dengar doa kita dengan kedatangan Pak Menteri akhirnya hari ini bisa memberikan semangat dan memberikan dukungan kepada CLC kita,” katanya.

Thomas menambahkan, dengan kedatangan Mendikbud semoga anak-anak yang dulu tak mengenal sejarah Indonesia bisa kembali ke tanah air untuk membangun negerinya.

“Kami sepakat anak yang kerja di Sabah, anak indonesia harus kembali ke asal dan mengenal arti Indonesia," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pemenuhan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di wilayah Sabah, Malaysia masih mengalami sejumlah hambatan. Pada tataran kebijakan, terdapat larangan bagi anak-anak pekerja asing untuk mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Kebangsaan Malaysia.

Akibatnya, sekolah-sekolah swasta menjadi alternatif terakhir dengan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau bagi para TKI yang hendak menyekolahkan anak-anaknya.

Pendirian CLC di ladang-ladang kelapa sawit tersebut merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pelayanan pendidikan di Tawau, Sabah, Malaysia. Mengingat sebagian besar TKI di Tawau bekerja sebagai petani di ladang kelapa sawit maupun ladang coklat yang tidak memiliki surat izin tinggal resmi sehingga hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anak TKI tidak terpenuhi.

Minimnya nilai pendidikan di kalangan para TKI perkebunan Malaysia pun menjadi faktor pemicu hambatan pemenuhan pendidikan bagi anak-anak WNI yang berusia sekolah. Sebagai orang tua, para TKI memilih untuk membawa anak mereka ke ladang untuk membantu bekerja dibandingkan harus mengenyam pendidikan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang