Aplikasi fintech pendidikan Lomba Mahasiswa, inovasi dari mahasiswa Fisipol UGM. foto : Tim Lomba Mahasiswa

Inovasi

Platform Lomba Mahasiswa dari UGM, Solusi Sebuah Perlombaan dan Pendanaan

DPRD Kota Magelang

YOGYAKARTA - Sebenarnya antusiasme mahasiswa Indonesia untuk mengikuti perlombaan dan kompetisi sangat tinggi. Namun terkadang permasalahan yang hadir ialah banyaknya informasi yang belum terorganisir dengan baik dan kondisi keuangan mahasiswa yang minim untuk mengikuti perlombaan.

Kini, kedua permasalahan itu tengah dicarikan solusinya. Tiga  mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan platform baru, Lomba Mahasiswa. Lomba Mahasiswa hadir untuk menyelesaikan kedua permasalahan tersebut, sekaligus menjadi pusat inspirasi bagi mahasiswa yang ingin berprestasi.

Selain akun Instagram, Lomba Mahasiswa juga memiliki Official Account di LINE yang dapat diakses di @uuk6825y. Hingga saat ini telah memiliki hampir 500 adders, sementara platform Instagram mereka memiliki lebih dari 7.500 followers.

Pencetus ide tersebut adalah Adhika Trisliantama, Muhammad Rilo Nugroho dan Fathin Difa Robbani. ”Lomba Mahasiswa merupakan platform sumber informasi mahasiswa dengan respons yang cepat, terpercaya dan mudah,” kata Muhammad Rilo Nugroho, co-founder.

Ia menyampaikan itu saat tim startup Lomba Mahasiswa menjadi narasumber dalam Fisipol Sharing Session yang diadakan oleh Creative Hub Fisipol di Digilib Cafe, Fisipol UGM. Rilo juga membagikan kisahnya dalam membangun Lomba Mahasiswa, dimana ia dan teman-temannya selalu melakukan fact-checking terhadap informasi perlombaan yang mereka terima. Sehingga menjamin kredibilitas informasi dari portal informasi di Instagram @lomba_mahasiswa.

Lomba Mahasiswa yang diwakili Rilo dan temannya Adhika Trisliantama juga menjelaskan mengenai rencana dari startup mereka kedepannya. Untuk selanjutnya Lomba Mahasiswa akan membangun sistem crowdfunding untuk mahasiswa yang kesulitan mencari pendanaan untuk mengikuti perlombaan/konferensi dan lainnya.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan dikembangkan aplikasi Financial Technology (Fintech) Lomba Mahasiswa untuk menangani permasalahan tersebut. Untuk mengembangkan apps tersebut, mereka sedang mencari mitra kolaborasi dan investasi untuk pendanaan tahap awal dari Lomba Mahasiswa.

Inovasi ini muncul juga tidak lepas dari mahasiswa adalah entitas terpelajar yang memiliki tanggungjawab, baik secara sosial maupun akademis untuk terus meningkatkan kompetensinya, demi turut serta membangun masyarakat yang lebih baik. Beberapa cara yang dapat ditempuh selain menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh di perguruan tinggi, diantaranya adalah menghasilkan ide atau inovasi yang bermanfaat.

Mengikuti perlombaan dapat menjadi cara yang efektif untuk melatih softskill sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dari kalangan mahasiswa. Data Kemenristekdikti menunjukkan di Indonesia terdapat sekitar 4.500 kampus dan setiap tahunnya ada ribuan kompetisi tingkat mahasiswa yang dapat diikuti.

Hal tersebut meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam menciptakan solusi bagi banyak permasalahan sosial. Sayangnya semakin banyaknya kompetisi, muncul oknum yang tidak bertanggungjawab dan justru memanfaatkannya untuk membuat lomba palsu atau abal-abal, yang hanya bertujuan melakukan penipuan berkedok perlombaan dengan hadiah besar. Menyadari hal tersebut tiga  mahasiswa UGM kemudian menciptakan platform Lomba Mahasiswa itu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang